#TiaTripToLombok 2-6 Mei 2017

Mulai dari Januari sampai bulan April 2017 adalah bulan repot-repotnya anak kelas 3 SMA/ kelas 12 karena sedang dilanda banyak dan segala macam ujian, ujian praktek, UASBN, Usek, UN, dst. 14 April its when everything is done. Well not really, we then have to wait SNMPTN announcement and hasil ujian-ujian yang udah kita lewatin tadi. SMA 8 Malang, my school, send us invitation for parents untuk datang tanggal 2 Mei 2017 buat ngambil nilai hasil ujian-ujian. I was like “Damn, this is the same date Mommy ask me to go to Lombok with her”. But the ticket already booked so I think there’s no way she would cancel all of this just to come to my school. In the end, I finally tell her waktu hari H dengan posisi udah di Bandara, I was like “Mom, actually hari ini ada undangan ke sekolah buat ngambil SKHUN gitu. Tapi kayaknya gapapa sih gak dateng”, at fisrt she look schoked for awhile, but then she just back to normal lol.


2 Mei,
the day when I depart from Surabaya, while waiting I am just doing this instagraming and LINE for killing the boredom. Then, my friend send me this photo, ranking jumlah tertinggi nilai UN jurusan IPS. I just cant believe what I see, I am in the first rank. I’m like “what? Is this real? Wow its cool, I never tought I would get the highest score. Emang sih pas UN-nya I dont feel like its soooo hard, standart kesulitannya tuh mirip sama yang di buku-buku latihan UN. Jadi waktu UN-nya I think, I got this lah, gak mungkin deh kalau sampe dapet yang juelek banget. Dan ternyata dapet highest, thats awesome. Thanks God”. If you think I’m awesome, think again! I will not be that awesome, until you see my friend from kelas Bahasa, she got spot in top 10 highest in East Java program Bahasa. How cool is that?!”

Oke lanjut, I finally get into the plane and fly away to Lombok. Sampai di Lombok waktu itu agak siang, so me, my mom, my mom’s friend and the driver pergi cari makan ke, Rumah Makan Menega. Its just right next to the beach, so you can guess that the food they serve is seafood. Kertas menunya biasa, tapi harga makanan yang tertera kok gak biasa ya, alias mahal. Lobster berapa gram gitu the price reach up to 1.000.000 gilsss. Waktu itu cuma pesen cumi, udang, and 2 ikan for 4 people, yap dan its too much and I got so full (As usuall) LOL. We then head to the this some photo point where the backround is Senggigi beach and next go to another photo spot where the view is Gili Islands. Then we finally go to the hotel. For the dinner, me and my mom just go downstairs and I’ll find the Rock Gili Coffee next to it.


Pic from the Photo Point with Senggigi Beach as the View


3 Mei.
Jadi ya gitu guys, sebenernya ke Lombok ini dalam rangka my mom have some seminar terus aku ikut. Untungnya nilaiku bagus, karna kalau enggak for sure aku gak tenang liburan dan gak enak juga udah diajak jalan tapi return prestasinya gak ada. So today, kita ke hotel Aruna Senggigi, nice hotelnya bintang 4 coy, my mom said harusnya bisa dapat disana, tapi karna ini se-Indonesia jadi keduluan sama yang lain-lain so kita stay di hotel Grand Legi Mataram Hotel. Di hotel itu kolam renangnya kan bagus ya, jadi sambil nunggu Mama seminar, aku berenang di situ, sebenernya kurang tau ya kalau bukan yang nginep disitu boleh nggak sih, ada petugasnya sih di kolam renang takut aja ketauan tapi bodo amat. Cus renang wkwk. Because of the efficience reason, aku gabawa handuk, di situ, luckly, ada disediain pool towel, pas aku minjem ke masnya, eh ditanyain kamar berapa, aku terus liat daftar nama yang diatasku tulisanya 374 terus punyaku tak tulis 301 wkwkwk entah juga itu kamar siapa, yang penting dapet handuknya. So I just take a bath after it, terus sambil nunggu hp dicas di kamar mandi, akukan duduk-duduk terus baca novel sambil planning kalo habis ini aku mau explore hotelnya per-lantai.

The explore begin, and to be honest aku suka banget sama desain-desainnya dan semuanya. Desain kamar pintunya yang wood futuristic, sofa behind the resepsionist yang menghadap ke kolam renang dan ke bukit ala-ala yang ada tulisan ARUNA SENGGIGI gede gitu, dilengkapi sama bantal warna warni motif geometri. Ada juga di lantai 2, yang sofa-sofa ayunan yang instagram-able banget kalo di foto, terus ada small library in the corner, again with that sofa swing, terus tiap lantai (iya di lantainya bukan tiap kamar) juga ada terasnya yang menghadap ke kolam atau yang menghadap ke pantai Sengigi, karna emang hotel ini sebrangnya pantai Senggigi pas. Di lantai ketiga, kalo nggak salah, juga ada semacam restaurant bar gitu, cuma sepertinya tutup di siang hari dan buka di malam hari, dengan viewnya ke pantai Senggigi dan ornamen restaurantnya yang wood futuristic.
aku jalan dari Aruna ke Pantai Senggigi
yang menjorok keluar itu

Okay bosen karna sudah explore semua, aku akhirnya jalan kaki ke pantai Senggigi. I know I said pantainya ada di sebrang hotel, but bukan berarti aku nyebrang langsung sampe, soalnya jalannya udah ketutup cafe, resto, indomaret gitu, jadi harus jalan dulu biar ketemu jalan masuk umum ke pantainya. Pas nyampe di pantai, ternyata kok kayak pantai biasa ya, terus ya udah ada beberapa sampah gitu berserakan, terus kok sepi juga so I tought “lho for a famous beach this is not that good and too quiet” tapi I try to screw that fact and enjoy what I have in front of me, beach with peace. I then look to my right, ada some land extended disana, jadi dia agak keluar gitu (apa ya istilahnya udah lupa, I am a failed anak geografi LOL) so I think maybe the good thing about this beach is on the other side so I take my chance and going there. Eh gak taunya buat jalan kesana kok agak challenging ya, tadinya ada jalannya gitu yang made up from stone tapi kok ada yang udah collapse, terus gabisa jalan bebas karena ternyata jalan itu punyanya hotel yang next to the beach, which is Pool Villa Club Hotel, a 5 stars hotel. Jadi dijalan-jalan yang dibatu-batu itu ada pagarnya punyanya si PVC Hotel. Jadi susah jalannya mau ke ujung, but I’m okay with that because I like challenging thing. The only problem I concern about if the collapse rocks collapse again when I stand on it because of my weight.

Clean-fresh water in Pantai Senggigi
Untungnya ternyata batunya gak ada yang collapse sih, and I made it to the edge. It is pretty in there, dan ternyata bagian ramenya pantai Senggigi beneran ada di other side of the beach. Jadi from that edge, when I look to the left I see where I start, the quiet beach one, and when I look to the right, there you go the crowded part of the beach with a lot of tiny people and boats. Di ujung situ banyak juga local people yang lagi mancing and some foreigner yang I think they came from the PVC Hotel. From that edge, I can now admit and agree if this beach became famous, you can see the light clear green-blue water, totally worth the walk from the hotel to this edge pass through the collapse rock way.

From that beach, I later back-walk again to the hotel because my mom looking for me, well yeah again I didn’t tell my mom that I go that far, she only know that I swim and think that I still in the hotel so ya, I know I am a little rebel hehe. Then I take my lunch in some restaurant, which is also the sad thing about this trip is that the signature food of Lombok is Ayam Betutu and Pleching (Kangkung pedes or something lah). Ayam betutu juga bumbunya so pedes, jadilah disaat yang lain pada pesen signature dishnya Lombok, aku makan ayam goreng biasa sama capcay (veggie dish that you can find anywhere), the only thing yang berbau-bau Lombok yang bisa aku konsumsi cuma es kelapa doang (which is signature drink all near beach area, not only in Lombok, that you can find a long the beach anywhere in the world).

After lunch, we continue the journey to the famous Desa Sade. I found that the special thing from this village its actually not that special. They are known because semua rumah yang ada disitu dibuatnya pake tanah, at its built like decades ago. Dibuat dari tanah dan tanah liat, terus kalau mau dibershini rumahnya / dipel, they use kototan sapi terus dilapin gitu di lantainya, I found that gross but they said itu membantu biar tanahnya tetap kuat. Surprisingly I tought inside the house would be smelly, but well its not, no smell at all and just like normal old village house, dark and with furniture seadanya. Much more about Desa Sade, mereka mengandalkan pertanian sebagai penghasilannya, tapi karena jarang hujan mereka mau tidak mau harus mencari sumber penghasilan lain, jadilah pekerjaan sampingannya menyongket (membuat songket. What is songket? Keep reading hehe). Songket ini semacam bahan kain, jadi nyongket sebenernya kayak menenun, so di Batak this kind of kain known as Ulos di Lombok kain begini known as Songket. I found that kain-kain ini sebenernya similar, but what makes them different is the pattern. Tugas songket menyingket ini adalah pekerjaan para wanita, maka dari itu disini semua wanita wajib bisa menyongket. Related to this nyongket skill for the woman, katanya if there’s  a man propose to a girl that can’t nyongket yet, itu adalah sebuah penghinaan untuk keluarga perempuan. Keaadaan ini memicu cewek-cewek yang belum bisa menyongket, tapi tetep pengen kawin, untuk kawin lari sama pacarnya. There are this tree yang katanya sering jadi meeting point buat kedua belah pihak pada malam hari sebelum akhirnya mereka lari dari desa dan kawin

Pohon yang jadi meeting point sebelum kawin lari
Waktu nyobain nyongket di Desa Sade


















Continue our journey, dari Desa Sade then we straight to Kuta Beach Lombok. If you think like what I think when I first heard this, then you must be think like “Lah namanya kok sama ya, sama Pantai Kuta di Bali. Ni pantai ikut-ikut kali ya, dikasih nama Kuta juga. Kok aku baru tau kalau Lombok juga punya pantai namanya Kuta, kemana aja aku selama ini”. If you think like this too, then high five. Untuk menjangkau pantai ini, yah mirip-miriplah jalannya sama kaya kalau kita dari Malang mau ke pantai-pantai yang di Malang Selatan. Berliku naik turun, cuma I think masih better jalan yang di Lombok karena jalannya waktu udah deket pantaipun udah aspalan, kalau yang di Malang kan jalannya rusak-rusak gimana gitu yakan. Sampai di Pantai Kutanya, kalian bakalan langsung disambut sama tulisan gede yang instagram-able buat foto, tulisannya “KUTA LOMBOK” dengan warna merah nyala. Bisa lihat di igku tiadominicha14 buat fotonya hehe. Now exploring the beach, pasirya di pantai ini lucu banget, gak kayak pasir di pantai biasa, dia gede-gede gitu pasirnya, almost the same size kayak merica. Kalau yang di Pantai Senggigi tadi ada bagian yang menjorok keluar, ini bagian pantainya ada extend pulaunya juga, tapi lebih lebar dan lebih keluar dari yang di Pantai Senggigi tadi. Di Senggigi-kan juga cuma beneran pulaunya aja yang agak masuk, kalau ini dia ada bawaan pulau, terus ada kayak tumpukan batu yang yah lumayan tinggi, setinggi 2 meter lah, terus ada pohonnya juga. One more thing, di Pantai Kuta ini ada ayunan-ayunan yang lagi hits gitukan di instagram, ayunan menghadap pantai. Mantappp wkwkwk.
Di extend-nya Pantai Lombok
See, ada rocks sama tree like I said

My Lovely Dearest Tahu <3
Akhirnya setelah berenang-menjelajah Pantai Senggigi – makan – Desa Sade – menjelajah Pantai Kuta, we back to the hotel, mandi bentar terus keluar lgi for the dinner. For the dinner, mommy invited by her friend makan di RM Irama 2, lucunyaaa, kan kalau ada RM Irama 2, berarti ada RM Irama 1. RM ini tuh sebelahan lho, lucunya ya itu kenapa kok gak dijadiin satu aja, kenapa harus ada jarak diantara mereka hehe. Okay for the dinner, again, pada pesen Ayam yang pedes itu lagi, dan sayur itu lagi hadehhh, with plus aku juga pesen tahu. Sorry but I got to do this TAHUNYA WENAKKKK POLLLL. Tahunya tuh padet, stay kotak dan gak kempes, terus empuk, lembut, wenak, pokoke mantep. Guilakk first bite, and I just can’t stop. Bahkan aku gak rela tahunya diminta, jadi my mom have to order another one karna mama sama temennya juga mau nyobain. So sorry aku emang sensitif kalau masalah makanan hehe. Aku terus balik ke hotel dengan masih mengidam-idamkan tahu huhuhuuu.


4 Mei.
The seminar start getting real, jadi habis breakfast mom straight to Aruna for the seminar leaving me in the hotel alone. Kan mama harus berangkat oagi ya dari hotel karena seminarnya mulai dari pagi. Jadi habis breakfast bareng mom pergi, aku lanjut breakfast sampe lama, sampe kenyang dulu baru pergi balik ke kamar wkwkwk. Kekenyangan, di kamar jadinya ngebo bentar sampe gak kenyang, terus berenang. Berenangnya gak lama-lama sih soalnya udah panas, daripada semakin gosong, akhirnya berenang sejam kalau nggak satu setengah jam and then finished it. After swim and take a bath, aku jalan keluar dari hotel, lumayan deket dari hotel ada toko yang jualan oleh-oleh baju dari Lombok, sama mamakan disuruh beli banyak ya, buat temen-temennya di Malang. So habis beli aku drop dulu baju-bajunya di hotel, terus pergi lagi.

Jadi aku tuh emang kalau ke tempat asing, ngandalin banget tuh google map. Aku udah seach di daerah deket hotel dan denger dari pak supir juga kalau hotel ini kesana dikit (keluar hotel jalan ke kiri terus) nanti ada mall. Jadi deh aku langsung “okay we now go to the mall”. Because I’m unfamiliar with the transportation there, and the driver is currently in the Aruna waiting for my mom, jadi aku milih jalan kaki aja. Dengan udah niat yang bulat untuk jalan kaki, eh lah tengah jalan kok ujan, akhirnya nelpon taksi deh. Setelah naik taksi, ternyata tuh udah beneran tinggal dikit lagi udah nyampe, melayang deh duit 20.000. Untungnya minimum taksi di Lombok masih 20 ribu rupiah, nggak kayak di Malang sekarang udah 30 ribu rupiah. At the mall, yah sama lah kayak mall-mall pada umumnya, nothing really special. Karena sumber uangku lagi seminar ya apa boleh buat, aku cuma bisa muter-muter aja. Mampir sih beli bando di stroberi, tapi ya udah cuma itu aja.Terus aku laper, tadinya udah mau berhenti makan di wendy’s ya, eh terus aku lihat ada tangga ke bawah, then I think “biasanya kalau yang di underground tuh lebih murah tau” jadinya aku kebawah, dan jinx ketemu belahan jiwaku, KFC. You guys don’t know how happy I am ngeliat ayamnya tuh masih gede nggak kayak di Malang, yang gak pedes udah kecil semua, terus cream soupnya juga masih penuh nggak kayak di Malang udah berkurang seperempat hiks.
Setelah dari mall, aku kan pulang ya (akhirnya naxi lagi), soalnya kata mama drivernya habis ini njemput biar aku ke Aruna. Waktu mama whatsapp aku gitu, aku bilang gini “Ma, om nya suruh mampir di Irama 2 dong, minta tolong beliin aku tahu yang kemaren”. Jadi iya guys, walaupun udah ketemu KFC, tapi aku juga masih sayang sama si tahu. Mama sempet shock dibales “ya ampun, tahu yang kemarin itu ya?” wkwkwk, akhirnya dibilangin kan ke pak supirnya. Jeng jenggg, pas pak supirnya dateng jemput aku, sudah tersedia 2 porsi tahu uuuu laf laf bangetttt sama tahunya. What I gratefull the most, kan aku bilang ke mama cuma mau tahunya, tanpa bilang pengen berapa porsi, walaupun sebenernya emang pengen 2, tapi takutnya malah gaboleh. Eh ternyata sama bapaknya dibeliin 2 porsi, mungkin karna gak enak kali ya kalau kesana Cuma beli 1 porsi tahu take away, jadinya beli 2. Langsung abis tuh 2 porsi dalam perjalanan dari hotel ke Aruna hehe.

Dari Aruna terus kita pergi ke toko oleh-oleh Sasaku. Menurutku, di toko ini menang bagusnya gedung bukan barang jualannya, ya bagus sih cuma yang bikin jengkel tuh, di setiap produknya ada aja tulisan sasaku-nya yang gede. Padahal nyarinya kan oleh-oleh yang tulisan Lombok doang kek atau apa gitu ya, brandingnya bikin sebel. Akupun akhirnya beli baju yang gak ada tulisan sasaku-nya sama sekali. Habis dari sasaku terus kita makan di Coco Beach. Waktu denger namanya pertama kali, aku udah kebayang kayak resto samping pantai yang kece, berlampu-lampu keren dan furniture-furniture kayu kayu yang keren gitu. Sayangnya hayalan itu harus menerima pahitnya kenyataan, ternyata emang sih disamping pantai, tapi pada gelar karpet gitu, jadi lesehan. I think it have a possibility to be cool if only not so many people that came. Soalnya itu ternyata yang ngundangkan perusahaan obat, yang diundang banyak banget, terus makanannya prasmanan lagi, pencahayaannya kurang lagi. Ya gitu deh, sedikit mengecewakan dan begitu keluar dari ekspektasi hmmm. The only thing that cheer me up, karena pas dateng masih ngelihat sunset dikit dan ada band yang nemenin dengan lagu-lagu galaunya wkwkw. Suasanannya cocok banget kalau mau melow drama, lagu galau, dim light only from sunset, suara ombak nabrak pantai, angin mendesir uhhh mantap udah buat nge-galau.

Lanjut dari Coco Beach, terus mommy nyari oleh-oleh mutiara gitu. Jadi Lombok emang terkenal juga sama mutiaranya, harganya mantap deh jutaan yang hampir reach belasan gilss. Padahal kalau misalnya kita habis dari RM mana gitu ya yang daerah rame, atau waktu keluar dari Aruna aja, ada yang jual mutiara-mutiara murah. 100 ribu 4 gelang mutiara, ya emang sih kw kayaknya makanya murah wkwk. End of the day, habis beli mutiara akhirnya balik ke hotel then sleep tight and see you at the morning.


5 Mei
Yuhuuu the day when it become so special, because we finally go toooooo GILI ISLANDS. Akhirnya start from the morning kita udah langsung cus ke Gili, sempet confuse soalnya “lah mama ini gak seminar?” well LOL, whatever it is what most important that we, well ME, can go to Gili Islands yeay. So there are 3 Gili, Gili Air, Gili Meno and Gili Trawangan. All the the 3 of them is good, but most famous is Gili Trawangan. I start the journey with going to Gili Air. Sayangnya karena waktu kita terbatas, jadi di setiap nyampe gili kita modelnya cuma mampir bentar foto terus cus ke next gili. Gili Air sendiri famous karena dia masih sepi, jadi based on what the local said, kalau yang honeymoon-honeymoon pengen tenang itu biasanya ke Gili Air.

So I head next ke Gili Meno, di Gili Meno ini di tengah pulaunya nanti ada danau gitu, I personally plan to go and see the lake in the middle, tapi lakok turun-turun dari kapal, puanas ampunnn gak tahan, jadi langsung ngiyup terus foto soalnya ada beberapa pohonnya yang looks cool for foto with the beach background, habis itu langsung next lagi ke Gili Trawangan. The fun this is also that, aku boleh duduk di depan kapal sama mas-masnya yang bagian depan wkwkwk, kan asik kenak angin, ya walaupun panas but still its cool, rambut seliweran searah dengan perginya angin hehe.

Pas nyampe di Gili Trawangan, bisa kelihatan langsung kalau ni Gili emang rame banget sama turis luar. Bangunan-bangunannya pun udah banyak, cafe-cafe, hotel, jualan baju keren-keren, minimarket, rental sepeda, turtle conservation, dll. Di Gili Trawangan sebenernya juga panas, but still I’m excited soalnya oengen banget ke ayunan yang di airnya pantai, bukan lagi yang di pasir-pasirnya pantai. So I go to the bike rent, terus sepedaan, selama sepedaankan ketemu bule tuh, kalau biasanya dimana-mana seringnya ketemu bule yang Asia-Chinese gitu disini banyaknya bule-bule barat (Eropa-Amerika situ) tapi bule Asia- Chinese, Indian juga ada, terus Thailand, Japan, dan banyak lah, orang lokalnya juga ada tapi yang punya toko dan yang kerja di cafe sama hotelnya wkwkwk. Okay so, I ride my rent bike, setelah lumayan jauh tapi kok gak ketemu ketemu ya sama ayunan yang kayak di instagram itu, tapi ketemu sama ayunan punyanya cafe Pink Coco, akhirnya fotonya disitu aja deh daripada harus ngayuh lagi jauh kesana. Ternyatapun setelah aku tanya ke local, ayunan yang aku maksud itu ada di other side of the island maybe like 20-30 riding ke the other side. Karena sama mama emang disuruh cepet jangan lama-lama jadi ya udah ayunan terdekat aja lah. Sempet bingung ya, kenapa kok bisa ayunannya masuk di air, apa gak kena ombak, ternyata after I see it with my own eyes, disananya pantai yang ada ayunan di dalam air pantainya itu ada batu yang jejer memanjang, jadi batu-batu itu mengahalau ombak yang keras. Jadi setelahnya batu itu, ombaknya gak begitu gede, jadi deh bisa dibuat ayunan disitu, tanpa perlu worry rusak kena ombak. So cool right, but what I dont know itu batu sengaja ditaruh disitu atau emang udah dari sananya begitu. 
Ayunan Cafe Pink Coco












Also what I see that I amaze juga ya liatnya, kan Lombok mayoritasnya beragama Islam ya. Walaupun pas pertama-pertama kesini mikirnya Hindu juga kali sama kayak di Bali, terus baru tau setelah dikasih tau sama Pak Supirnya kalau disini mayoritasnya muslim. Dan emang waktu di Lombok, emang dikit-dikit pasti ada masjid, yang paling bagus sementara ini, nama masjidnya Islamic Center, megah banget warna kuning emas mix with ijo, keren deh pokoknya. Ternyata di Lombok-pun (di daerah pantai Kuta Lombok) itu lagi dibangun juga masjid, yang katanya bakalan jadi masjid terbesar se Asia Tenggara (kata bapaknya sih gitu). Okay, jadi waktu aku kesana kan hari Jumat ya, terus disana posisinya banyak banget bule-bule dan gak sedikit yang cowok topless, yang cewek pake minim. Karena locals mayoritas Islam, terus mereka juga tetep jaga toko, cafe dan hotel, well ternyata it doesn't stop there, begitu waktunya Jumatan, langsung bisa keliatan kalo aktivitas sekitar masjid agak menurun dan mulai agak tenang sepi gitu. Salut sama bule-bule nya karena mereka respect dan tau its time for the locals to pray, begitu juga sama orang lokalnya, kan bisa aja tuh mereka gamau ninggalin toko karena lagi rame, eh ternyata tetep ibadahnya kuat. I notice this waktu nunggu temennya mama yang lagi Jumatan disitu, setelah itu baru deh kita balik ke boat.
Islamic Center

Akhirnya setelah selesai mengunjugi ketiga Gili, we back to the mother island, which is the Pulau Lombok of course. We then looking for a place to have some lunch. Makan siangnya, again, di pinggir pantai, but this one tempatnya bukan tempat eksklusif gitu, warung-warung biasa, makannya pun lesehan di gazebo yang ala kadar. Eh di situ ada ayunan lagi, tapi yang ini ayunan yang di pasir pantai, bukan yang ada di air pantainya kayak yang di Gili Trawangan. The dish, finally bukan si ayam pedes, tapi ikan-ikan seger gitu, but stay with si kangkung pedes alias plecing. Habis makan, kita pergi cari tempat oleh-oleh baju lagi, kali ini nama tempatnya Lombok Exotic.
Lombok Exotic, finally a name that propriate. Kalo yang kemaren, Sasaku, kan namanya aneh ya, jadi pas di baju orang pasti bingung dong “apaan dah tuh sasaku?” tapi kalau yang ini kan masih masuk akal gitu. Jadi hiasan di bajunya multifungsi, selain emang Lombok yang surround by beach itu emang eksotic, sekalian juga branding nya Lombok Exotic. Miss-nya dari toko oleh-oleh ini, cuma tempatnya aja sih, menurutku kurang besar banget tempatnya, padahal bajunya bagus-bagus, terus tempat parkirnya juga terbatas, padahal yang dateng dari tour-tour naik bis gitu, jadi disitu agak crowded di dalam dan di luar toko. Setelah selesai belanja oleh-oleh baju lagi, we than back to the hotel. Kan pas balik tuh udah agak malem ya, ada undangan dinner lagi sebenernya, tapi my mom capek katanya, ya aku juga sih, jadinya kita gak ikut dan stay di hotel aja. So for the dinner aku pesen room service.

I got excited when I read the menu, ada tulisan tahu disana. So daa, yeah I order that tahu, with expectation tahunya bakal se-enak tahu yang kemaren. Along with the tahu, aku juga pesen nasi capcay hehe. I ordered it, then like 30-60 menit kemudian baru dateng pesenannya. Jeng jenggg yah ternyata tahunya beda, ya mirip sih tapi kecil gitu, kalau yang kemaren kan emang potongannya gede ya, jadi kerasa dan ketahuan banget padat, lembutnya, kalau yang ini size-nya gak sesuai. So probably the size ngefek ke rasanya juga. Habis makan-makan gituuu, kan udah malem ya lumayan jam 8an, terus aku berenang. Asik tau berenang malem-malem, without I have to worry about the sun and about the people that watching because kolam renangnya sepi, so its all mine. I just really get along with the water, aku berenang, terus yang ngambang-ngambang gitu sambil liat ke langit terbuka above me. Bintangnya sama bulannya keliatan jelas, terus beberapa kali jug ada pesawat yang lewat. That night again, cocok lagi deh buat nge-galau, ngambang di air, sunyi tenang, muka-nya kenak semilir angin kerasa dingin-dingin gimana gitu, terus view ke atas bintang sama bulan. Tbh, yes I did nggalauin someone, orang yang itu-itu aja dari 2 tahun yang lalu, belum ada yang bisa nggantiin walaupun udah ada yang pengen nggantiin but my heart just dont open. Okay stop about the melow drama, lets continue, we almost reach the end, yeay!. Jadi habis berenang, ngambang-ngambang, galau dan sebagainya akhirnya, mungkin sekitar jam setengah 10 aku baru balik ke kamar takut dicariin sama mama. Eh pas balik, ternyata mama belum tidur, main hp dan aku gak dicariin hmmm oke lah. I just take a shower then sleep.


6 Mei
Hello sunshine! This is the ast day I am stay in Lombok. So because I’m not going anywhere this day, lets just skip to the end. I woke up, having a lot of breakfast like usual. Then we go straight to the airport. Pas pulangnya, akukan naik pesawat Garuda, jarang-jarang nih aku naik Garuda, biasanya juga pesawat merah singa yang suka delay itu- so ya I’m excited soalnya tau tiket ekonomi aja ada tv-nya mantap. Eh, eh setelah naik ternyata gak ada tv-nya, terus juga ini pesawat Garuda yang jet gitu, jadi duduknya cuma berdua-berdua. Udah gitu kan berarti satu bari 4 kursi ya, nomernya bukan 2 ABCD, dia pake alphabet HIJK, makanya pas sebelum naik tuh sempet bingung “buset deh ini H masa 8 kursi berderet sih? Udah kayak bioskop aja”. Eh ternyata 4 toh, dan I don’t know juga kenapa alphabetnya gak dimulai dari A, maybe if you guys know, please tell me ya. Than skip to the end, I finally arrive in Surabaya after almost 2 hours flight and go straight to Malang, meet with my lilbro, yang kasian banget pas ultah tanggal 4 Mei dia dirumah cuma berdua sama sepupuku.

Oia before I end this guys, I also want to share a short story tentang pak supirnya, namanya Pak Eben, beliau baik banget, orangnya sederhana tapi cool juga soalnya kalau nyetir selalu pake kacamata item. Terus setiap kita berhenti, pasti beliau cepet-cepet turun buat bukain pintu, terus karena waktu itu juga udah beliin tahu 2 porsi buatku, nyetirnya juga enak, pengetahuannya about Lombok juga luas. Beliau juga nawarin guys kalau butuh guide atau supir pas di Lombok, entah mau sekedar jalan-jalan aja bisa, mau ke Rinjani juga beliau siap nemenin. He ask me to promote him, well karena emang beliau baik, tanpa disuruh juga aku dengan senang hari nge-promosiin beliau. So, kalau kalian ada yang mau ke Lombok dan butuh guide, supir, I 100 percent recommend him, langsung aja kontak ke aku di kontak di bawah.


Okay so thats all my journey when I was in Lombok, I’m so glad to share the experience with you guys! I also thanks to my Mom yang udah ngajak aku ikutan ke Lombok, thank you for reading this, and thanks for anyone who involved selama aku di Lombok. Sorry if I got some typo in there, grammar mistake, feel free to correct me guys! 
See ya in next post #TiaTripToSingapore Behind the Scene

Go see more pic in my personal instagram account 
tiadominicha14 
and my travel gallery and for business thing check out
tiadominicha14_fungallery
for any question, business inquiry, feedback or anything else, feel free to leave it in the comment section below or send me email in business.tiadominicha14@gmail.com

Love and regards,
Tia Dominicha Ponglabba