#TiaTripToLombok 2-6 Mei 2017
Mulai dari Januari sampai bulan April 2017 adalah
bulan repot-repotnya anak kelas 3 SMA/ kelas 12 karena sedang dilanda banyak
dan segala macam ujian, ujian praktek, UASBN, Usek, UN, dst. 14 April its when
everything is done. Well not really, we then have to wait SNMPTN announcement
and hasil ujian-ujian yang udah kita lewatin tadi. SMA 8 Malang, my school,
send us invitation for parents untuk datang tanggal 2 Mei 2017 buat ngambil
nilai hasil ujian-ujian. I was like “Damn, this is the same date Mommy ask me
to go to Lombok with her”. But the ticket already booked so I think there’s no
way she would cancel all of this just to come to my school. In the end, I
finally tell her waktu hari H dengan posisi udah di Bandara, I was like “Mom,
actually hari ini ada undangan ke sekolah buat ngambil SKHUN gitu. Tapi
kayaknya gapapa sih gak dateng”, at fisrt she look schoked for awhile, but then
she just back to normal lol.
Oke lanjut, I finally get into the plane and fly
away to Lombok. Sampai di Lombok waktu itu agak siang, so me, my mom, my mom’s
friend and the driver pergi cari makan ke, Rumah Makan Menega. Its just right
next to the beach, so you can guess that the food they serve is seafood. Kertas
menunya biasa, tapi harga makanan yang tertera kok gak biasa ya, alias mahal.
Lobster berapa gram gitu the price reach up to 1.000.000 gilsss. Waktu itu cuma
pesen cumi, udang, and 2 ikan for 4 people, yap dan its too much and I got so
full (As usuall) LOL. We then head to the this some photo point where the
backround is Senggigi beach and next go to another photo spot where the view is
Gili Islands. Then we finally go to the hotel. For the dinner, me and my mom
just go downstairs and I’ll find the Rock Gili Coffee next to it.
Continue our journey, dari Desa Sade then we
straight to Kuta Beach Lombok. If you think like what I think when I first
heard this, then you must be think like “Lah namanya kok sama ya, sama Pantai
Kuta di Bali. Ni pantai ikut-ikut kali ya, dikasih nama Kuta juga. Kok aku baru
tau kalau Lombok juga punya pantai namanya Kuta, kemana aja aku selama ini”. If
you think like this too, then high five. Untuk menjangkau pantai ini, yah
mirip-miriplah jalannya sama kaya kalau kita dari Malang mau ke pantai-pantai
yang di Malang Selatan. Berliku naik turun, cuma I think masih better jalan
yang di Lombok karena jalannya waktu udah deket pantaipun udah aspalan, kalau
yang di Malang kan jalannya rusak-rusak gimana gitu yakan. Sampai di Pantai
Kutanya, kalian bakalan langsung disambut sama tulisan gede yang instagram-able
buat foto, tulisannya “KUTA LOMBOK” dengan warna merah nyala. Bisa lihat di
igku tiadominicha14 buat fotonya hehe. Now exploring the beach, pasirya di
pantai ini lucu banget, gak kayak pasir di pantai biasa, dia gede-gede gitu
pasirnya, almost the same size kayak merica. Kalau yang di Pantai Senggigi tadi
ada bagian yang menjorok keluar, ini bagian pantainya ada extend pulaunya juga,
tapi lebih lebar dan lebih keluar dari yang di Pantai Senggigi tadi. Di
Senggigi-kan juga cuma beneran pulaunya aja yang agak masuk, kalau ini dia ada
bawaan pulau, terus ada kayak tumpukan batu yang yah lumayan tinggi, setinggi 2
meter lah, terus ada pohonnya juga. One more thing, di Pantai Kuta ini ada
ayunan-ayunan yang lagi hits gitukan di instagram, ayunan menghadap pantai.
Mantappp wkwkwk.
So I head next ke Gili Meno, di Gili Meno ini di
tengah pulaunya nanti ada danau gitu, I personally plan to go and see the lake
in the middle, tapi lakok turun-turun dari kapal, puanas ampunnn gak tahan,
jadi langsung ngiyup terus foto soalnya ada beberapa pohonnya yang looks cool
for foto with the beach background, habis itu langsung next lagi ke Gili
Trawangan. The fun this is also that, aku boleh duduk di depan kapal sama
mas-masnya yang bagian depan wkwkwk, kan asik kenak angin, ya walaupun panas
but still its cool, rambut seliweran searah dengan perginya angin hehe.
Go see more pic in my personal instagram account
2 Mei,
the day when I depart from Surabaya, while waiting I
am just doing this instagraming and LINE for killing the boredom. Then, my
friend send me this photo, ranking jumlah tertinggi nilai UN jurusan IPS. I
just cant believe what I see, I am in the first rank. I’m like “what? Is this
real? Wow its cool, I never tought I would get the highest score. Emang sih pas
UN-nya I dont feel like its soooo hard, standart kesulitannya tuh mirip sama
yang di buku-buku latihan UN. Jadi waktu UN-nya I think, I got this lah, gak
mungkin deh kalau sampe dapet yang juelek banget. Dan ternyata dapet highest,
thats awesome. Thanks God”. If you think I’m awesome, think again! I will not
be that awesome, until you see my friend from kelas Bahasa, she got spot in top
10 highest in East Java program Bahasa. How cool is that?!”
![]() |
| Pic from the Photo Point with Senggigi Beach as the View |
3 Mei.
Jadi ya gitu guys, sebenernya ke Lombok ini dalam
rangka my mom have some seminar terus aku ikut. Untungnya nilaiku bagus, karna
kalau enggak for sure aku gak tenang liburan dan gak enak juga udah diajak
jalan tapi return prestasinya gak ada. So today, kita ke hotel Aruna Senggigi,
nice hotelnya bintang 4 coy, my mom said harusnya bisa dapat disana, tapi karna
ini se-Indonesia jadi keduluan sama yang lain-lain so kita stay di hotel Grand Legi Mataram Hotel.
Di hotel itu kolam renangnya kan bagus ya, jadi sambil nunggu Mama seminar, aku
berenang di situ, sebenernya kurang tau ya kalau bukan yang nginep disitu boleh
nggak sih, ada petugasnya sih di kolam renang takut aja ketauan tapi bodo amat.
Cus renang wkwk. Because of the efficience reason, aku gabawa handuk, di situ,
luckly, ada disediain pool towel, pas aku minjem ke masnya, eh ditanyain kamar
berapa, aku terus liat daftar nama yang diatasku tulisanya 374 terus punyaku
tak tulis 301 wkwkwk entah juga itu kamar siapa, yang penting dapet handuknya.
So I just take a bath after it, terus sambil nunggu hp dicas di kamar mandi,
akukan duduk-duduk terus baca novel sambil planning kalo habis ini aku mau
explore hotelnya per-lantai.
The explore begin, and to be honest aku suka banget
sama desain-desainnya dan semuanya. Desain kamar pintunya yang wood futuristic,
sofa behind the resepsionist yang menghadap ke kolam renang dan ke bukit
ala-ala yang ada tulisan ARUNA SENGGIGI gede gitu, dilengkapi sama bantal warna
warni motif geometri. Ada juga di lantai 2, yang sofa-sofa ayunan yang
instagram-able banget kalo di foto, terus ada small library in the corner,
again with that sofa swing, terus tiap lantai (iya di lantainya bukan tiap
kamar) juga ada terasnya yang menghadap ke kolam atau yang menghadap ke pantai
Sengigi, karna emang hotel ini sebrangnya pantai Senggigi pas. Di lantai
ketiga, kalo nggak salah, juga ada semacam restaurant bar gitu, cuma sepertinya
tutup di siang hari dan buka di malam hari, dengan viewnya ke pantai Senggigi
dan ornamen restaurantnya yang wood futuristic.
![]() |
| aku jalan dari Aruna ke Pantai Senggigi yang menjorok keluar itu |
Okay bosen karna sudah explore semua, aku akhirnya
jalan kaki ke pantai Senggigi. I know I said pantainya ada di sebrang hotel,
but bukan berarti aku nyebrang langsung sampe, soalnya jalannya udah ketutup
cafe, resto, indomaret gitu, jadi harus jalan dulu biar ketemu jalan masuk umum
ke pantainya. Pas nyampe di pantai, ternyata kok kayak pantai biasa ya, terus
ya udah ada beberapa sampah gitu berserakan, terus kok sepi juga so I tought
“lho for a famous beach this is not that good and too quiet” tapi I try to
screw that fact and enjoy what I have in front of me, beach with peace. I then
look to my right, ada some land extended disana, jadi dia agak keluar gitu (apa
ya istilahnya udah lupa, I am a failed anak geografi LOL) so I think maybe the
good thing about this beach is on the other side so I take my chance and going
there. Eh gak taunya buat jalan kesana kok agak challenging ya, tadinya ada
jalannya gitu yang made up from stone tapi kok ada yang udah collapse, terus
gabisa jalan bebas karena ternyata jalan itu punyanya hotel yang next to the
beach, which is Pool Villa Club Hotel, a 5 stars hotel. Jadi dijalan-jalan yang
dibatu-batu itu ada pagarnya punyanya si PVC Hotel. Jadi susah jalannya mau ke
ujung, but I’m okay with that because I like challenging thing. The only
problem I concern about if the collapse rocks collapse again when I stand on it
because of my weight.
![]() |
| Clean-fresh water in Pantai Senggigi |
Untungnya ternyata batunya gak ada yang collapse
sih, and I made it to the edge. It is pretty in there, dan ternyata bagian
ramenya pantai Senggigi beneran ada di other side of the beach. Jadi from that
edge, when I look to the left I see where I start, the quiet beach one, and
when I look to the right, there you go the crowded part of the beach with a lot
of tiny people and boats. Di ujung situ banyak juga local people yang lagi
mancing and some foreigner yang I think they came from the PVC Hotel. From that
edge, I can now admit and agree if this beach became famous, you can see the
light clear green-blue water, totally worth the walk from the hotel to this
edge pass through the collapse rock way.
From that beach, I later back-walk again to the
hotel because my mom looking for me, well yeah again I didn’t tell my mom that
I go that far, she only know that I swim and think that I still in the hotel so
ya, I know I am a little rebel hehe. Then I take my lunch in some restaurant,
which is also the sad thing about this trip is that the signature food of
Lombok is Ayam Betutu and Pleching (Kangkung pedes or something lah). Ayam
betutu juga bumbunya so pedes, jadilah disaat yang lain pada pesen signature
dishnya Lombok, aku makan ayam goreng biasa sama capcay (veggie dish that you
can find anywhere), the only thing yang berbau-bau Lombok yang bisa aku
konsumsi cuma es kelapa doang (which is signature drink all near beach area,
not only in Lombok, that you can find a long the beach anywhere in the world).
After lunch, we continue the journey to the famous Desa Sade. I found that the special thing from this village its actually not that special. They are known because semua rumah yang ada disitu dibuatnya pake tanah, at its built like decades ago. Dibuat dari tanah dan tanah liat, terus kalau mau dibershini rumahnya / dipel, they use kototan sapi terus dilapin gitu di lantainya, I found that gross but they said itu membantu biar tanahnya tetap kuat. Surprisingly I tought inside the house would be smelly, but well its not, no smell at all and just like normal old village house, dark and with furniture seadanya. Much more about Desa Sade, mereka mengandalkan pertanian sebagai penghasilannya, tapi karena jarang hujan mereka mau tidak mau harus mencari sumber penghasilan lain, jadilah pekerjaan sampingannya menyongket (membuat songket. What is songket? Keep reading hehe). Songket ini semacam bahan kain, jadi nyongket sebenernya kayak menenun, so di Batak this kind of kain known as Ulos di Lombok kain begini known as Songket. I found that kain-kain ini sebenernya similar, but what makes them different is the pattern. Tugas songket menyingket ini adalah pekerjaan para wanita, maka dari itu disini semua wanita wajib bisa menyongket. Related to this nyongket skill for the woman, katanya if there’s a man propose to a girl that can’t nyongket yet, itu adalah sebuah penghinaan untuk keluarga perempuan. Keaadaan ini memicu cewek-cewek yang belum bisa menyongket, tapi tetep pengen kawin, untuk kawin lari sama pacarnya. There are this tree yang katanya sering jadi meeting point buat kedua belah pihak pada malam hari sebelum akhirnya mereka lari dari desa dan kawin
![]() |
| Pohon yang jadi meeting point sebelum kawin lari |
![]() |
| Waktu nyobain nyongket di Desa Sade |
Continue our journey, dari Desa Sade then we
straight to Kuta Beach Lombok. If you think like what I think when I first
heard this, then you must be think like “Lah namanya kok sama ya, sama Pantai
Kuta di Bali. Ni pantai ikut-ikut kali ya, dikasih nama Kuta juga. Kok aku baru
tau kalau Lombok juga punya pantai namanya Kuta, kemana aja aku selama ini”. If
you think like this too, then high five. Untuk menjangkau pantai ini, yah
mirip-miriplah jalannya sama kaya kalau kita dari Malang mau ke pantai-pantai
yang di Malang Selatan. Berliku naik turun, cuma I think masih better jalan
yang di Lombok karena jalannya waktu udah deket pantaipun udah aspalan, kalau
yang di Malang kan jalannya rusak-rusak gimana gitu yakan. Sampai di Pantai
Kutanya, kalian bakalan langsung disambut sama tulisan gede yang instagram-able
buat foto, tulisannya “KUTA LOMBOK” dengan warna merah nyala. Bisa lihat di
igku tiadominicha14 buat fotonya hehe. Now exploring the beach, pasirya di
pantai ini lucu banget, gak kayak pasir di pantai biasa, dia gede-gede gitu
pasirnya, almost the same size kayak merica. Kalau yang di Pantai Senggigi tadi
ada bagian yang menjorok keluar, ini bagian pantainya ada extend pulaunya juga,
tapi lebih lebar dan lebih keluar dari yang di Pantai Senggigi tadi. Di
Senggigi-kan juga cuma beneran pulaunya aja yang agak masuk, kalau ini dia ada
bawaan pulau, terus ada kayak tumpukan batu yang yah lumayan tinggi, setinggi 2
meter lah, terus ada pohonnya juga. One more thing, di Pantai Kuta ini ada
ayunan-ayunan yang lagi hits gitukan di instagram, ayunan menghadap pantai.
Mantappp wkwkwk.![]() |
| Di extend-nya Pantai Lombok See, ada rocks sama tree like I said |
![]() |
| My Lovely Dearest Tahu <3 |
Akhirnya setelah berenang-menjelajah Pantai Senggigi
– makan – Desa Sade – menjelajah Pantai Kuta, we back to the hotel, mandi
bentar terus keluar lgi for the dinner. For the dinner, mommy invited by her
friend makan di RM Irama 2, lucunyaaa, kan kalau ada RM Irama 2, berarti ada RM
Irama 1. RM ini tuh sebelahan lho, lucunya ya itu kenapa kok gak dijadiin satu
aja, kenapa harus ada jarak diantara mereka hehe. Okay for the dinner, again,
pada pesen Ayam yang pedes itu lagi, dan sayur itu lagi hadehhh, with plus aku
juga pesen tahu. Sorry but I got to do this TAHUNYA WENAKKKK POLLLL. Tahunya
tuh padet, stay kotak dan gak kempes, terus empuk, lembut, wenak, pokoke
mantep. Guilakk first bite, and I just can’t stop. Bahkan aku gak rela tahunya
diminta, jadi my mom have to order another one karna mama sama temennya juga
mau nyobain. So sorry aku emang sensitif kalau masalah makanan hehe. Aku terus
balik ke hotel dengan masih mengidam-idamkan tahu huhuhuuu.
4 Mei.
The seminar start getting real, jadi habis breakfast
mom straight to Aruna for the seminar leaving me in the hotel alone. Kan mama
harus berangkat oagi ya dari hotel karena seminarnya mulai dari pagi. Jadi
habis breakfast bareng mom pergi, aku lanjut breakfast sampe lama, sampe
kenyang dulu baru pergi balik ke kamar wkwkwk. Kekenyangan, di kamar jadinya
ngebo bentar sampe gak kenyang, terus berenang. Berenangnya gak lama-lama sih
soalnya udah panas, daripada semakin gosong, akhirnya berenang sejam kalau
nggak satu setengah jam and then finished it. After swim and take a bath, aku
jalan keluar dari hotel, lumayan deket dari hotel ada toko yang jualan
oleh-oleh baju dari Lombok, sama mamakan disuruh beli banyak ya, buat
temen-temennya di Malang. So habis beli aku drop dulu baju-bajunya di hotel,
terus pergi lagi.
Jadi aku tuh emang kalau ke tempat asing, ngandalin
banget tuh google map. Aku udah seach di daerah deket hotel dan denger dari pak
supir juga kalau hotel ini kesana dikit (keluar hotel jalan ke kiri terus)
nanti ada mall. Jadi deh aku langsung “okay we now go to the mall”. Because I’m
unfamiliar with the transportation there, and the driver is currently in the
Aruna waiting for my mom, jadi aku milih jalan kaki aja. Dengan udah niat yang
bulat untuk jalan kaki, eh lah tengah jalan kok ujan, akhirnya nelpon taksi deh.
Setelah naik taksi, ternyata tuh udah beneran tinggal dikit lagi udah nyampe,
melayang deh duit 20.000. Untungnya minimum taksi di Lombok masih 20 ribu
rupiah, nggak kayak di Malang sekarang udah 30 ribu rupiah. At the mall, yah
sama lah kayak mall-mall pada umumnya, nothing really special. Karena sumber
uangku lagi seminar ya apa boleh buat, aku cuma bisa muter-muter aja. Mampir
sih beli bando di stroberi, tapi ya udah cuma itu aja.Terus aku laper, tadinya
udah mau berhenti makan di wendy’s ya, eh terus aku lihat ada tangga ke bawah,
then I think “biasanya kalau yang di underground tuh lebih murah tau” jadinya aku
kebawah, dan jinx ketemu belahan jiwaku, KFC. You guys don’t know how happy I
am ngeliat ayamnya tuh masih gede nggak kayak di Malang, yang gak pedes udah
kecil semua, terus cream soupnya juga masih penuh nggak kayak di Malang udah
berkurang seperempat hiks.
Setelah dari mall, aku kan pulang ya (akhirnya naxi
lagi), soalnya kata mama drivernya habis ini njemput biar aku ke Aruna. Waktu
mama whatsapp aku gitu, aku bilang gini “Ma, om nya suruh mampir di Irama 2
dong, minta tolong beliin aku tahu yang kemaren”. Jadi iya guys, walaupun udah
ketemu KFC, tapi aku juga masih sayang sama si tahu. Mama sempet shock dibales
“ya ampun, tahu yang kemarin itu ya?” wkwkwk, akhirnya dibilangin kan ke pak
supirnya. Jeng jenggg, pas pak supirnya dateng jemput aku, sudah tersedia 2
porsi tahu uuuu laf laf bangetttt sama tahunya. What I gratefull the most, kan
aku bilang ke mama cuma mau tahunya, tanpa bilang pengen berapa porsi, walaupun
sebenernya emang pengen 2, tapi takutnya malah gaboleh. Eh ternyata sama
bapaknya dibeliin 2 porsi, mungkin karna gak enak kali ya kalau kesana Cuma
beli 1 porsi tahu take away, jadinya beli 2. Langsung abis tuh 2 porsi dalam
perjalanan dari hotel ke Aruna hehe.
Dari Aruna terus kita pergi ke toko oleh-oleh
Sasaku. Menurutku, di toko ini menang bagusnya gedung bukan barang jualannya,
ya bagus sih cuma yang bikin jengkel tuh, di setiap produknya ada aja tulisan
sasaku-nya yang gede. Padahal nyarinya kan oleh-oleh yang tulisan Lombok doang
kek atau apa gitu ya, brandingnya bikin sebel. Akupun akhirnya beli baju yang
gak ada tulisan sasaku-nya sama sekali. Habis dari sasaku terus kita makan di
Coco Beach. Waktu denger namanya pertama kali, aku udah kebayang kayak resto
samping pantai yang kece, berlampu-lampu keren dan furniture-furniture kayu
kayu yang keren gitu. Sayangnya hayalan itu harus menerima pahitnya kenyataan,
ternyata emang sih disamping pantai, tapi pada gelar karpet gitu, jadi lesehan.
I think it have a possibility to be cool if only not so many people that came.
Soalnya itu ternyata yang ngundangkan perusahaan obat, yang diundang banyak
banget, terus makanannya prasmanan lagi, pencahayaannya kurang lagi. Ya gitu
deh, sedikit mengecewakan dan begitu keluar dari ekspektasi hmmm. The only
thing that cheer me up, karena pas dateng masih ngelihat sunset dikit dan ada
band yang nemenin dengan lagu-lagu galaunya wkwkw. Suasanannya cocok banget
kalau mau melow drama, lagu galau, dim light only from sunset, suara ombak
nabrak pantai, angin mendesir uhhh mantap udah buat nge-galau.
Lanjut dari Coco Beach, terus mommy nyari oleh-oleh
mutiara gitu. Jadi Lombok emang terkenal juga sama mutiaranya, harganya mantap
deh jutaan yang hampir reach belasan gilss. Padahal kalau misalnya kita habis
dari RM mana gitu ya yang daerah rame, atau waktu keluar dari Aruna aja, ada
yang jual mutiara-mutiara murah. 100 ribu 4 gelang mutiara, ya emang sih kw
kayaknya makanya murah wkwk. End of the day, habis beli mutiara akhirnya balik
ke hotel then sleep tight and see you at the morning.
5 Mei
Yuhuuu the day when it become so special, because we
finally go toooooo GILI ISLANDS. Akhirnya start from the morning kita udah
langsung cus ke Gili, sempet confuse soalnya “lah mama ini gak seminar?” well
LOL, whatever it is what most important that we, well ME, can go to Gili
Islands yeay. So there are 3 Gili, Gili Air, Gili Meno and Gili Trawangan. All
the the 3 of them is good, but most famous is Gili Trawangan. I start the
journey with going to Gili Air. Sayangnya karena waktu kita terbatas, jadi di
setiap nyampe gili kita modelnya cuma mampir bentar foto terus cus ke next
gili. Gili Air sendiri famous karena dia masih sepi, jadi based on what the
local said, kalau yang honeymoon-honeymoon pengen tenang itu biasanya ke Gili
Air.
So I head next ke Gili Meno, di Gili Meno ini di
tengah pulaunya nanti ada danau gitu, I personally plan to go and see the lake
in the middle, tapi lakok turun-turun dari kapal, puanas ampunnn gak tahan,
jadi langsung ngiyup terus foto soalnya ada beberapa pohonnya yang looks cool
for foto with the beach background, habis itu langsung next lagi ke Gili
Trawangan. The fun this is also that, aku boleh duduk di depan kapal sama
mas-masnya yang bagian depan wkwkwk, kan asik kenak angin, ya walaupun panas
but still its cool, rambut seliweran searah dengan perginya angin hehe.
Pas nyampe di Gili Trawangan, bisa kelihatan
langsung kalau ni Gili emang rame banget sama turis luar. Bangunan-bangunannya
pun udah banyak, cafe-cafe, hotel, jualan baju keren-keren, minimarket, rental
sepeda, turtle conservation, dll. Di Gili Trawangan sebenernya juga panas, but
still I’m excited soalnya oengen banget ke ayunan yang di airnya pantai, bukan
lagi yang di pasir-pasirnya pantai. So I go to the bike rent, terus sepedaan,
selama sepedaankan ketemu bule tuh, kalau biasanya dimana-mana seringnya ketemu
bule yang Asia-Chinese gitu disini banyaknya bule-bule barat (Eropa-Amerika
situ) tapi bule Asia- Chinese, Indian juga ada, terus Thailand, Japan, dan
banyak lah, orang lokalnya juga ada tapi yang punya toko dan yang kerja di cafe
sama hotelnya wkwkwk. Okay so, I ride my rent bike, setelah lumayan jauh tapi
kok gak ketemu ketemu ya sama ayunan yang kayak di instagram itu, tapi ketemu
sama ayunan punyanya cafe Pink Coco, akhirnya fotonya disitu aja deh daripada
harus ngayuh lagi jauh kesana. Ternyatapun setelah aku tanya ke local, ayunan
yang aku maksud itu ada di other side of the island maybe like 20-30 riding ke
the other side. Karena sama mama emang disuruh cepet jangan lama-lama jadi ya
udah ayunan terdekat aja lah. Sempet bingung ya, kenapa kok bisa ayunannya
masuk di air, apa gak kena ombak, ternyata after I see it with my own eyes,
disananya pantai yang ada ayunan di dalam air pantainya itu ada batu yang jejer
memanjang, jadi batu-batu itu mengahalau ombak yang keras. Jadi setelahnya batu
itu, ombaknya gak begitu gede, jadi deh bisa dibuat ayunan disitu, tanpa perlu
worry rusak kena ombak. So cool right, but what I dont know itu batu sengaja
ditaruh disitu atau emang udah dari sananya begitu.
![]() |
| Ayunan Cafe Pink Coco |
Also what I see that I amaze juga ya liatnya, kan Lombok mayoritasnya beragama Islam ya. Walaupun pas pertama-pertama kesini mikirnya Hindu juga kali sama kayak di Bali, terus baru tau setelah dikasih tau sama Pak Supirnya kalau disini mayoritasnya muslim. Dan emang waktu di Lombok, emang dikit-dikit pasti ada masjid, yang paling bagus sementara ini, nama masjidnya Islamic Center, megah banget warna kuning emas mix with ijo, keren deh pokoknya. Ternyata di Lombok-pun (di daerah pantai Kuta Lombok) itu lagi dibangun juga masjid, yang katanya bakalan jadi masjid terbesar se Asia Tenggara (kata bapaknya sih gitu). Okay, jadi waktu aku kesana kan hari Jumat ya, terus disana posisinya banyak banget bule-bule dan gak sedikit yang cowok topless, yang cewek pake minim. Karena locals mayoritas Islam, terus mereka juga tetep jaga toko, cafe dan hotel, well ternyata it doesn't stop there, begitu waktunya Jumatan, langsung bisa keliatan kalo aktivitas sekitar masjid agak menurun dan mulai agak tenang sepi gitu. Salut sama bule-bule nya karena mereka respect dan tau its time for the locals to pray, begitu juga sama orang lokalnya, kan bisa aja tuh mereka gamau ninggalin toko karena lagi rame, eh ternyata tetep ibadahnya kuat. I notice this waktu nunggu temennya mama yang lagi Jumatan disitu, setelah itu baru deh kita balik ke boat.
![]() |
| Islamic Center |
Akhirnya setelah selesai mengunjugi ketiga Gili, we back to the mother island, which is the Pulau Lombok of course. We
then looking for a place to have some lunch. Makan siangnya, again, di pinggir
pantai, but this one tempatnya bukan tempat eksklusif gitu, warung-warung biasa,
makannya pun lesehan di gazebo yang ala kadar. Eh di situ ada ayunan lagi, tapi
yang ini ayunan yang di pasir pantai, bukan yang ada di air pantainya kayak
yang di Gili Trawangan. The dish, finally bukan si ayam pedes, tapi ikan-ikan
seger gitu, but stay with si kangkung pedes alias plecing. Habis makan, kita
pergi cari tempat oleh-oleh baju lagi, kali ini nama tempatnya Lombok Exotic.
Lombok Exotic, finally a name that propriate. Kalo
yang kemaren, Sasaku, kan namanya aneh ya, jadi pas di baju orang pasti bingung
dong “apaan dah tuh sasaku?” tapi kalau yang ini kan masih masuk akal gitu.
Jadi hiasan di bajunya multifungsi, selain emang Lombok yang surround by beach
itu emang eksotic, sekalian juga branding nya Lombok Exotic. Miss-nya dari toko
oleh-oleh ini, cuma tempatnya aja sih, menurutku kurang besar banget tempatnya,
padahal bajunya bagus-bagus, terus tempat parkirnya juga terbatas, padahal yang
dateng dari tour-tour naik bis gitu, jadi disitu agak crowded di dalam dan di
luar toko. Setelah selesai belanja oleh-oleh baju lagi, we than back to the
hotel. Kan pas balik tuh udah agak malem ya, ada undangan dinner lagi
sebenernya, tapi my mom capek katanya, ya aku juga sih, jadinya kita gak ikut dan
stay di hotel aja. So for the dinner aku pesen room service.
I got excited when I read the menu, ada tulisan tahu
disana. So daa, yeah I order that tahu, with expectation tahunya bakal se-enak
tahu yang kemaren. Along with the tahu, aku juga pesen nasi capcay hehe. I
ordered it, then like 30-60 menit kemudian baru dateng pesenannya. Jeng jenggg
yah ternyata tahunya beda, ya mirip sih tapi kecil gitu, kalau yang kemaren kan
emang potongannya gede ya, jadi kerasa dan ketahuan banget padat, lembutnya,
kalau yang ini size-nya gak sesuai. So probably the size ngefek ke rasanya
juga. Habis makan-makan gituuu, kan udah malem ya lumayan jam 8an, terus aku
berenang. Asik tau berenang malem-malem, without I have to worry about the sun
and about the people that watching because kolam renangnya sepi, so its all
mine. I just really get along with the water, aku berenang, terus yang
ngambang-ngambang gitu sambil liat ke langit terbuka above me. Bintangnya sama
bulannya keliatan jelas, terus beberapa kali jug ada pesawat yang lewat. That
night again, cocok lagi deh buat nge-galau, ngambang di air, sunyi tenang,
muka-nya kenak semilir angin kerasa dingin-dingin gimana gitu, terus view ke
atas bintang sama bulan. Tbh, yes I did nggalauin someone, orang yang itu-itu
aja dari 2 tahun yang lalu, belum ada yang bisa nggantiin walaupun udah ada
yang pengen nggantiin but my heart just dont open. Okay stop about the melow
drama, lets continue, we almost reach the end, yeay!. Jadi habis berenang,
ngambang-ngambang, galau dan sebagainya akhirnya, mungkin sekitar jam setengah
10 aku baru balik ke kamar takut dicariin sama mama. Eh pas balik, ternyata
mama belum tidur, main hp dan aku gak dicariin hmmm oke lah. I just take a
shower then sleep.
6 Mei
Hello sunshine! This is the ast day I am stay in
Lombok. So because I’m not going anywhere this day, lets just skip to the end.
I woke up, having a lot of breakfast like usual. Then we go straight to the
airport. Pas pulangnya, akukan naik pesawat Garuda, jarang-jarang nih aku naik
Garuda, biasanya juga pesawat merah singa yang suka delay itu- so ya I’m
excited soalnya tau tiket ekonomi aja ada tv-nya mantap. Eh, eh setelah naik
ternyata gak ada tv-nya, terus juga ini pesawat Garuda yang jet gitu, jadi
duduknya cuma berdua-berdua. Udah gitu kan berarti satu bari 4 kursi ya, nomernya
bukan 2 ABCD, dia pake alphabet HIJK, makanya pas sebelum naik tuh sempet
bingung “buset deh ini H masa 8 kursi berderet sih? Udah kayak bioskop aja”. Eh
ternyata 4 toh, dan I don’t know juga kenapa alphabetnya gak dimulai dari A,
maybe if you guys know, please tell me ya. Than skip to the end, I finally arrive
in Surabaya after almost 2 hours flight and go straight to Malang, meet with my
lilbro, yang kasian banget pas ultah tanggal 4 Mei dia dirumah cuma berdua sama
sepupuku.
Oia before I end this guys, I also want to share a
short story tentang pak supirnya, namanya Pak Eben, beliau baik banget,
orangnya sederhana tapi cool juga soalnya kalau nyetir selalu pake kacamata
item. Terus setiap kita berhenti, pasti beliau cepet-cepet turun buat bukain
pintu, terus karena waktu itu juga udah beliin tahu 2 porsi buatku, nyetirnya
juga enak, pengetahuannya about Lombok juga luas. Beliau juga nawarin guys
kalau butuh guide atau supir pas di Lombok, entah mau sekedar jalan-jalan aja
bisa, mau ke Rinjani juga beliau siap nemenin. He ask me to promote him, well
karena emang beliau baik, tanpa disuruh juga aku dengan senang hari
nge-promosiin beliau. So, kalau kalian ada yang mau ke Lombok dan butuh guide,
supir, I 100 percent recommend him, langsung aja kontak ke aku di kontak di
bawah.
Okay so thats all my journey when I was in Lombok, I’m
so glad to share the experience with you guys! I also thanks to my Mom yang udah ngajak aku ikutan ke Lombok, thank you for reading this, and thanks for anyone who involved selama aku di Lombok. Sorry if I got some typo in there, grammar mistake, feel free to correct me guys!
See ya in next post #TiaTripToSingapore Behind the Scene
tiadominicha14
and my travel gallery and for business thing check out
tiadominicha14_fungallery
for any question, business inquiry, feedback or anything else, feel free to leave it in the comment section below or send me email in business.tiadominicha14@gmail.com
Love and regards,
Tia Dominicha Ponglabba








