#TiaTripToSingapore Preparation

So guys to make you excited untuk baca ini, aku akan bocorin great thing yang akan di bahas di post kali ini. Okay, kan aku pergi ke Singapura with my friends MT, dia anaknya sih tenang-tenang aja, tapi aku gak bisa tenang-tenang aja. Semua juga tau manusia pengen yang sebagus-sebagusnya benda/barang atau sesuatu dengan harga, ya kalo bisa, yang serendah-rendahnya. So, yup aku menerapkan banget prinsip itu. Buat mendapatkannya makanya perlu preparation kayak gini. Okay so the great thing yang akan di bahas di post ini adalahh........ TIKET PESAWAT PULANG-PERGI PLUS PENGINAPAN (bukan hotel, hostel) CUMA NGELUARIN 1,3 JUTA /1.300.000. Okay mungkin for some of you uang segitu masih banyak banget, but seriously untuk ukuran tiket pesawat pergi ke Singapura plus penginapannya, harga segitu murah guys. Itu udah diakui sama temen mamaku yang tau, mamanya MT yang bolak balik ke Singapura, temenku dan kakaknya yang anak travelling, orang Indo kenalan aku yang di Singapura dan masih banyak lagi. So let’s start this post. Keep reading to find out.

Oia, apa yang aku akan bahas ini kan serba yang murah, diskon and something yang berbau-bau seperti itulah. Aku pada faktanya emang pengen pergi dengan biaya seminimum mungkin, jadi ala-ala backpacker gitu, ranselan dan do stuff yang low budget. Jadi kalau kalian expect ini bakalan ngulas tentang shopping Mall di Singapore atau yang terlalu luxurious gitu then this not it, tapi tetep bisa baca aja kan, kali aja jadi pengen backpackeran. Tapi kalau menuutku, liburanku kemaren sebenernya gak backpacker-backpacker banget juga, jadi umpamanya kalau backpacker itu plain milkshake coklat, sedangkan perjalananku kemaren itu kayak milkshake coklat ada tambahan mesesnya di atasnya. Gak semua apa yang aku lakukan low budget, soalnya aku mampir juga ke Universal Studio, kalau low budget kan pasti nyari yang lowbuget juga, tapi mostly what I’ve done low budget kok, so this totally can be your reference if you want to go to Singapore with low budget. Okay lets start it!


Tiket Pesawat + Hotel
So, first thing first, yang paling utama dan crusial sebelum pergi ke suatu tempat, tiket. Pembahasan tentang tiket akan langsung digabung sama hostel ya. Jadi guys, kalau kalian udah baca #TiaTripToSingapore Behind The Scene (kalau belum baca dulu gih, pendek kok. Klik disini), kalian pasti tau kan kalau aku tiba-tiba gabut, akhirnya search di web traveloka kalau Surabaya-Singapura berapa sih. Eh waktu itu aku ketemu kan tiket 400 ribu. Gils guys, itu murah lho harga segitu mah biasanya tiket Surabaya-Bali, ini jadi Surabaya-Singapur harga segitu juga. Fast forward, aku akhirnya dapet temen travelling buat ke Singapura, sama MT. Waktu aku tau akhirnya aku bisa pergi sama dia ke Singapur, itu harga tiketnya udah gak 400 lagi, udah 500 sekian. So first lesson guys, you got the price you want, make your decision right away, when to go and booked, jangan sampe harga yang begitu murah itu slip away from your hand.

Before I continue guys, I (tanpa ada maksud promosi or anything, I completely say this because it happen to my self and I feel satisfied about it so aku dengan senang hati dong rekomen itu ke kalian, karena emang traveloka helpfull banget) kalian harus download aplikasi traveloka. Soalnya kalau cuma dari web doang, kalian gak akan tau kalau ada promosi diskon dari traveloka. Soalnya akupun dapet harga 1,3 karna mesennya dari aplikasi, aku jadi tau kalau ada diskon 10% untuk pemesanan tiket pesawat + hotel. Karena aku udah nyimpen tanggal dengan harga tiket yang termurah, tanggal 4 Juni dan pulangnya 7 Juni berarti tinggal nyari penginapannya. Okedeh aku langsung nyari apa sih penginapan yang murah gitu di Singapura, ternyata guys kalau mau yang hotel biasa itu harganya hampir sama kayak harga hotel bintang 3 di Indonesia, 600-700 an gitu. Aku langsung nyoret hotel dari pilihanku, dengan pertimbangan “hey I plan to go to Singapore and try my best not to waste my time with stay in a hotel. So I think what I need is tempat tidur apapun lah ya pokoknya layak dan gak usah sampe yang mahal-mahal banget.”. Nyari deh aku hostel apaan sih yang murah di Singapore, mulai dari baca artikel sampe nyobain semua web-web, agoda, mister aladin, traveloka, booking.com, dll (pada akhirnya mesennya di traveloka, cuma kan kali aja ada hostel murah di web lain yang gak ke shown di traveloka). Tadinya dimana-mana yang termurah yang aku ketemu itu FootPrints and Checker Backpacker Hostel, udah aku pikir ini aja deh, eh gak taunya pas hari aku pesen secara final semuanya, kok nemu yang lebih murah sekian rupiah wkwkw, namanya Rucksack Inn hostel.

Di hostel-hostel itu kan sistem tinggalnya kayak di asrama gitu, aku aja dengan harga 116.000 per malem tinggal di kamar berisi 10 orang random male/female. Jadi tempat tidurnya yang bed tingkat itu. Aku pertamanya sempet takut juga kan, kok gabung ya sama yang male, ah tapi back to my first tought “Toh aku disini cuma tidur sama mandi, pergi pagi dan pulang malam. Gapapa lah yang penting murah wkwk”, tapi for you guys yang pengen sekamar sama cewek semua juga bisa kok, tapi nambah dikit jadi 150.000- 160.000 gitu lah. For more about RuckSack Inn Hostel (yang btw, aku rekomen banget tinggal disini soalnya it makes you feel like home, furniture dan segala macemnya, terus aksesnya juga gampang. Turun MRT station lavender, naik bus, nyebrang udah deh nyampe) nanti akan dibahas di #TiaTripToSingapore We Finally Here!.

Okay so back to the booking plane and hostel. Akhirnya mantap dengan hostel RuckSack Inn, kemudian pesan untuk 3 malam stay, dan harga tiket berangkat di tanggal 4 Juni dan tiket pulang di tanggal 7 Mei akhirnya booking kan. Kalau tanpa diskon, aku pesen per-penerbangan 2 tiket dan 2 kamar untuk 3 malam, itu hampir 3 juta, jadi each hampir 1,5. Setelah masukin kode promo yang berlaku waktu itu (promo 10% diskon untuk pemesanan hotel + kamar) jadi tinggal 2,6 sekian jadi kalau dibagi 2 tinggal 1,3 sekian deh masing-masing. Jadi guys, yang penting untuk mendapatkan tiket murah ini adalah aplikasi traveloka, terus jangan lupa cek terus promo yang sedang berlangsung, notice juga syarat dan tanggal berlaku promosi tersebut, terus pake juga fitur yang bisa memperlihatkan tiket termurah itu pas tanggal berapa sih (biar gak usah bolak balik ganti tanggal). Sama kayak belajar, yang penting rajin-rajin aja ngecek-in travelokanya sama promonya tadi. Btw kalau boleh dibilang, aku mesen tiketnya itu H- 2 minggu keberangkatan, menurutku itu udah mepet. Coba kalau pesen months ago, aku masih bisa dapet tiket yang 400 ribuan itu deh. But no regret, I am still so happy dengan harga 1,3 tiket PP + hostel.

Btw aku kan mesennya jam 9 malem gitu ya, aku gatau kenapa kok yang pilihan transfer gabisa, malah adanya yang pake visa segala macem. Mampus deh mama kartunya juga gak ada visa, aku juga gapunya, terus gimana dung huhuuuu. Rasanya waktu itu udah pengen nangis karena aku pikir bakal batal booking sekarang dan kalau harus nunggu besok lagi the price probably change and the room sold out atau anything lah. Eh terus aku lihat, disitu ada pilihannya bayar di Indomaret atau di Alfamart, beneran deh tuh aku pilih yang Indomaret. Langsung cus keluar, ke ATM ngambil cash 3 juta, soalnya di Indomaret pembayarannya cash, itupun aku sempet worry jangan-jangan cuma Indomaret Indomaret gede aja lagi yang nerima pembayaran traveloka gini. Dengan masih worry akhirnya aku berhenti di Indomaret, kebetulan gak ada konsumen lain waktu itu, aku langsung tanya “Mba disini bisa bayar Traveloka?”, eh mbaknya jawabannya “Saya coba dulu ya”. OMG itu jawaban yang ngegantung kan, berarti ada kemungkinan gabisa yakan? Tapi untungnya aja bisa, jadi aku terus megang uang 3 juta gitu sebendel aku kasih semua ke mbaknya. Menurutku agak aneh aja ke minimarket sampe 3 juta gitu, padahal biasaya di Indomaret cuma habis 20 ribu wkwkw.


Also kalau emang pas nge-search tiket ke Singapura dan dapet yang mahal, maybe you can consider cari tiket pesawat ke Batam instead. I did this but kalau di-akumulasikan untuk harga tiket pesawat ke Batam + harga ferry Batam-Singapura malah lebih mahal dari tiket pesawat yang langsung ke Singapura. Well just sayin tho, it can be an option right. And if you do this, jangan lupa juga cari transportasi disana yang bisa nganterin dari bandara ke pelabuhan.

Btw guys almost forget, just a quick info. Jadi tiket-tiket murah international biasanya tidak dibarengi dengan bagasi, jadi I suggest bawa tas yang besar yang muat untuk dimasukin di bagasi kabin dan bawa seperlunya aja (tapi kalau mau bawa bisa nambah kok, harganya tergantung maskapai). Plus dont bring any liquid more than 100 ml (sabun, shampo, odol, facial foam, anything liquid counts), thats the rule for international flight. Okay to the the next thing.


Couchsurfing
For this one, to be honest guys aku gak rela tau bagi-bagi info yang ini, soalnya ya gitu deh ntar aja terakhir aku bilangin wkwk. Jadi Couchsurfing ini adalah aplikasi dimana kamu bisa request ke orang-orang local di negara tujuan kamu buat dia jadi host mu (jadi kamu tinggal di rumah dia gitu intinya). But most of the surfer host cuma nerima 1 orang, yang 2 orang cuma beberapa aja. So this is really suitable for you guys yang suka ngetrip sendiri. Aku tadinya mau request stay di rumahnya salah satu dari host surfer, cuma ya biasa, mungkin Singaporean pada sibuk semua jadi balesnya lama, sedangkan di sisi lain aku gak tau pasti mereka bisa atau enggak, kalau enggak berarti aku harus booking hostelnya yang ketersediaan kamarnya udah tinggal 5 doang (Yes this is happen sebelum aku booking semuanya). So I decide, yaudahlah ya hostel aja, maybe next time. Dan ternyata orang-orang yang aku request buat tinggal pada gabisa. Ada yang karena dia emang cuma nerima kalau satu orang, ada yang karena dia udah full tanggalannya. Jadi kalau kamu emang sering nerima surfer, ntar surfernya pada ninggalin referensi gitu, semakin banyak referensi semakin banyak juga diincer sama surfer.

Aku mungkin gak dapet host ya, tapi I got one yang namanya nama Indonesia gitu. Elisa Mustika, eh bener ternyata, Kak Elisa kerja disana, we later become a facebook friend dan aku tanya-tanya seputar Singapur juga ke dia (more on the next section Getting To Know Singapore). Kalau kalian milih untuk tinggal sama host disini, you better keep your place list, soalnya mereka tuh ternyata bukan sekedar nyediain tempat tinggal, tapi most of them akan dengan sangat senang nemenin kamu keliling jalan-jalan, and so far that I know mereka gak minta bayaran, but you guys can repay them dengan bayarin makan gitu misalya. Malah menurut aku ini enak banget soalnya, well saat kamu jalan-jalan di tempat asing buatmu, maka orang yang paling tepat untuk nemenin kamu adalah locals. Sumpah aku jadi pengen pergi lagi ke Singapore hanya dengan alasan pengen tinggal sama host terus di guide locals, but aku gatau gimana caranya jelasin ke papa mama yang agak parno dan agak susah menerima kemajuan teknologi yang udah segininya.

Later on, sekitar seminggu sebelum aku berangkat ke Singapura, eh kok Couchsurfingku dapet banyak notification ya? Ternyata banyak yang nawarin pengen nge-guide aku, bahkan , 2 diantaranya nawarin aku buat tinggal di tempat mereka. At the end, I say no to all of them, soalnya mereka cowok semua, terus ada yang udah umur 30 an gitu, kan takut kalau sama Om-om. Kalau yang guide aku tolak soalnya aku udah nge-plan semuanya, jadi takut ganggu listku makanya pada aku tolakin. But seriously aku jadi pengen kesana lagi by my self. Jadi guys aku gak relanya, sebenernya dengan aku share ini kan kalian jadi tau ya tentang App ini, lah nanti kalau kalian udah download, kan kalian gak cuma bisa request aja, tapi bisa offer juga. Ntar kalau kalian download sainganku buat dapet bule tinggal di rumahku makin banyak dong, soalnya aku juga nerima bule kalau ada, so far sih belum, mungkin karena jarang juga yang ke Malang dan tau Couchsurfing tapi semoga nanti-nanti ada. Udah sih cuma itu aja yang bikin aku berat hati harus mengeshare ini hehehe. Kalau kalian download, pake fitur yang buat request aja ya, yang buat offer jangan, biar sainganku gak banyak hehehe.


MRT, Bus, Bike, E-Z Link, and Singapore Tourist Pass (STP)
Kartu Singapore Tourist Pass
Di Singapura, tulang punggung transportasinya adalah MRT. MRT ini panjangnya 100 km lebih (I’ve mention this in #TiaTripToSingapore Behind The Scene, click here to read it), dan itu jalurnya emang ngelewatin tempat-tempat famous di Singapura. Jadi I can guarantee you, dengan naik MRT kalian bisa kemana aja di Singapura. Nah sistem pembayaran naik MRT dan bis di Singapura pake kartu tap. Ada 2 pilihan yang terkenal untuk para turis, buat kamu yang sekali aja ke Singapura, mending pake Singapore Tourist Pass, dengan bayar 10 SGD itu bebas kemana aja seharian atau 16 SGD 2 hari atau 20 SGD 3 hari. Kemarin aku belinya yang 20 SGD untuk 3 hari. Jadi nanti setelah keluar terminal 2 Bandara Changi, ikutin aja sign tulisannya MRT, deket MRT itu nanti ada yang jual kartu STP ini. Nanti cukup bayar harga yang udah aku sebutin diatas + 10 SGD buat deposit kartu, udah bisa kemana aja. Kartu ini juga bisa digunakan di bis. Uang 10SGD deposit kartu bisa kamu dapatkan lagi ketika kamu ngembaliin kartunya, atau kalau kamu mau bawa pulang kartunya juga bisa kok, tapi ya uangmu gak akan kembali.

Kalau kamu yang berencana untuk kembali lagi ke Singapura, bisa pake E-Z link ini sistemnya top-up jadi akan berkurang setiap kamu pakai di MRT atau pas naik bis, tapi jangan khawatir karena di setiap MRT station selalu tersedia mesin buat top-up kartunya. Nah makanya kalau kamu turis yang gak pengen bingung ini tarifnya berapa, sisa berapa, cukup buat kemana lagi, mending Singapore Tourist Pass. Keunggulan E-Z link gak ada kadaluarsanya jadi untuk yang liburan lebih dari 3 hari mungkin bisa pake E-Z link aja. Atau nih kalau misalnya kalian 4 hari 3 malam, sekarang udah hari ketiga dan kartu STP nya udah gabisa lagi, padahal kalian tinggal cuma butuh buat besok ke bandara, itu ternyata ada tiket yang bisa dibeli tanpa kartu STP ataupun E-Z link, jadi modelnya hanya untuk sekali jalan gitu. It can be an option right. (Oia, for more about this STP read here!)

Btw nih guys, yang sama sekali miss dari researchku tentang transportasi di Singapore itu sepeda. Yup ada sepeda dimana-mana. Kerennya sepeda itu ditinggal gitu aja dan diakses lewat aplikasi. Jadi di sepeda itu ada note “Hi download (lupa nama aplikasinya) use me and park me in marked place” gils keren kan. I’m dying pengen nyoba tapi hpku kondisinya udah full storage dan gabisa download app lagi, jadinya aku harus menahan curiosityku untuk nyoba sepeda itu till I go there again someday. Menurutku itu sih free guys, jadi emang kan di Singapore pemerintahnya menggalakkan eco-friendly makanya public transportationnya keren dan memadai abis terus juga banyak sepeda. You should try download the app and ride the bike.

Oia for the MRT, itu mudah banget kok buat ngertiin jalurnya, terus kalau mau pindah-pindah jalur. Kalau kalian beli STP juga nanti dikasih ada bukunya yang ada map jalur MRT seleuruh Singapore. Aku juga sempet worry gak ngerti jalurnya and end up nyasar, eh ternyata gampang pol kok ngertiinnya. Yang susah itu kalau naik bus. Kalau mau pindah pindah bus itu loh yang aduh gak ngerti lah, daripada nyasar. Akhirnya aku naik bus-pun juga cuma kalau dari hotel, mau ke hotel, sama ke satu tempat di list ku West Coast Park. For the MRT rules ya gitu, di Singapura banyak banget orang orang usia golden age, jadi setiap naik MRT and bus kalau ada orang tua, kasih tempat dudukmu buat dia. Di setiap bus dan MRT selalu ada tandanya kok. Oh sama, kalau waktu naik eskalator di Singapura, biasain di sebelah kiri. Soalnya yang bagian sebelah kanan itu untuk orang-orang yang sedang terburu-buru. Jadi di jalur kanan biasanya orang pada lari atau bergerak semua, kalau yang sebelah kiri nunggu sampe tangganya nyampe atas. Ini beraku di semua eskalator di Singapura bukan cuma di MRT stationnya aja. 

Btw nih, akukan kepo ya, MRT yang mostly 20 m underground ini kapan bikinnya ya? Guess when? 1987. AKU SHOCK! Yet here Jakarta baru membangun semacam ini tahun 2010/2011/2012 ini, wah wah kemana aja ya. Gile buset dahhhhhh, keren amat Singapore, majunya ternyata udah dari tahun 80 an anying. (To know more tentang perkembangan Singapura, transportasi apartemen, ekonomi future plan dll akan dibahasi di #TiaTripToSingapore We Finally Here!)

Kalau for the bus, sebelum naik kamu tap dulu kartu di pintu depan, nanti pas turun lewat pintu tengah tap lagi kartunya. Temenku sempet tanya, si MT, “kalau tap 2 kali itu mbayare dobel ta berarti?”. Terus aku mikir, “iya juga ya”, ya aku waktu itu gabisa jawab pertanyaan dia eh ternyata waktu itu aku baca, di busnya kalau nggak salah, tap 2 kali supaya pihak pengelola bisa mengetahui perjalananmu dimulai dari mana-kemana dengan waktu berapa lama. Keren coy wkwkwk. Terus di bis setiap baris tempat duduknya ada tiang, selain buat pegangan, tiang itu juga ada tombolnya. Jadi kalau kamu mau stop di bus stop berikutnya, nggak usah kayak di Indonesia yang “kiri pak kiri”, ini tinggal pencet tombolnya, dan nanti pasti di stop di bus stop terdekat.

Walking, did you know Singaporean known as the fastest in doing what? Walking. Dan emang disaat aku jalan pelan, udah disalip aja sama banyak orang. Buset deh jalannya cepet banget. Singapur kan juga iklimnya 11 12 sama Indonesia, hot, jadi ya kalau jalannya jauh capek panas keringetan saking panasnya aku mending di MRT aja deh dingin. For those who plan to walk a lot bring your hat, its hot. Bahkan akupun sampe mencoret 1 tempat dari listku soalnya dia ternyata taman yang jalannya wuhhhhhh jauh. Jadi ya next time kali wkwkwk.

Okay so the point is your transportation option in Singapore that I recommend to you is MRT, buses, walking or bicycle. There’s other one, taxi, but so hell expensive so please jangan naik itu kecuali beneran kepepet. Dari hotel yang jauhnya Sidoarjo-Surabaya aja kena 19 SGD, almost Rp 190.000,- padahal aku travel Sidoarjo-Malang aja cuma Rp 95.000,- anyingkan tuh. Makanya sebisa mungkin no taxi! There’s always MRT and you always can walk hehehe.


Getting To Know Singapore Little Thing
Lagi-lagi, sebelum pergi ke suatu tempat asing, you must prepare things to adapt in there right? Kalau pergi ke kutub ya bawa jaket bulu, pergi ke Hawaii bawa baju pantai dsb. Same here, kalau ke Singapore bawa?

Singapura emang mirip sih sama Indonesia, sama sama tropis, dengan perkiraan durasi waktu berjalan yang lumayan lama, aku memilih untuk tidak ingin gosong, jadi I decide to bring snblock with me (pas di Lombok panas gapake, di Singapura yang jalan doang pake -_-). Selain tropisnya, yang sama juga hujannya yang gak menentu datangnya. Untungnya waktu aku kemarin kesana sih terbebas dari hujan, walaupun sama Kak Elisa Mustika udah diingetin bawa aja payung buat jaga-jaga. Nah kebetulan kemaren aku nyari payung lipetku gak ketemu, jadinya ya udahlah semoga gak ujan, eh untung aja gak ujan beneran hehe thanks God for that, walaupun sempet mendung di hari ketiga aku disana (Stay tune for the story in next post #TiaTripToSingapore We Finally Here).

Selain masalah weather, aku juga tanya nih ke temenku yang pernah sekolah di Singapura (Dia orang Batam dan sekarang di Malaysia, yap sama aku juga gapaham kenapa dia pindah-pindah gitu) namanya Yohanes Yovi, (Hi Vi! Kalau kamu baca ini, makasih banyak selalu langsung jawab pertanyaanku.) tentang jam berapa sih Singapore goes dark? Kan aku mau nge-plan begini begitu, sekalian sama harus tau juga kan kapan ke tempat yang bagus at night, dan kira kira sampe jam berapa aku masih bisa di outdoor yang spot foto butuh cahaya. Ternyata di Singapura goes dark jam 7, jam setengah 8. Wih mantap dah, dan ternyata goes dark late bikin pagi juga datang terlambat, jam setengah 8 pagi Singapore berasa jam 5 pagi di Indonesia.

The next thing you guys have to know, tentang air disana. Singapore water have the best quality anywhere in the world, airnya udah jauh di atas standart air pada umumnya. So, you guys can drink it langsung dari air kerannya, gaperlu repot-repot beli air mineral botolan, you can simply bring your tumblr. Bawanya kosongan ya, karena begitu di airport gaboleh bawa air lebih dari 100 ml. Kalian bisa ngisi tumblr di tap water yang banyak tersedia di Singapura, atau kalau lagi pas gak nemu bisa ngisi di kamar mandi kok. Its better daripada beli sebotol air mineral dengan harga almost 15.000 for 600ml, mending bawa tumblr seliter isi dikamar mandi for free. But up to you sih, waktu disana aku juga 2 kali beli kok air mineral botolan, soalnya lagi gak anywhere deket kamar mandi dan botolku udah habis. Selain itu kayaknya emang sengaja deh airnya drinkable biar gak pada banyak beli air mineral botol, yang akhir-akhirnya jadi waste, di Singapura eco-friendly banget soalnya.

Oia, akukan pernah baca kalau tiap negara itu model colokannya beda-beda, dan ternyata Singapura colokannya beda sama Indonesia, kalau di Singapura yang banyak lobang 3, kata Yovi, tapi ada juga yang 2 bolongan. Jadi untuk jaga-jaga aku beli deh converter kaki 3 supaya keluar lobang 2. Waktu sampe di hotel emang bener bolong 3, tapi ternyata bolong 3 bisa juga dimasukkin bolong 2. Hpnya MT kan kaki 2, dimasukkin ke bolong 3 bisa, tapi hpku yang kaki 2 dimasukin ke bolong 3 gabisa, jadinya converterku kepake lah, gak sia-sia bawa wkwkwk.

Btw, I know kalian mungkin mikir kenapa harus nanya di 2 orang berbeda? Sebenernya satu aja juga gapapa sih, cuma kadang pas lagi ngechat sama kak Elisa, kepikiran ada pertanyaan, ya langsung aja di tanyain, gak harus pindah ke Yovi dulu yakan. Bahkan lebih dari 2 orang ini, aku tanya ke 3 orang lainnya di Instagram (Keep reading, ada di next section Budgeting)


Beli Ticket Universal Studio Singapore
So this the meses for my chocolate milkshake, Universal Studio. Probably the most famoust theme park in South East Asia competing with Legoland Malaysia. From the first time pengen ke Singapura, salah satu destinasi utama ya ini “Universal Stuido” (harusnya dia masuk post #TiaTripToSingapore My List & Recommendation Where To Go sih, tapi berhubung ini nyambung dengan beli-beli tiket gitu, jadi yang ini diulas disini). USS jadi destinasi utama juga, soalnya kesini bayar, masa bayar mahal terus gak diutamain yakan? Wkwk. Oke so I buy the ticket for Universal Studio Singapore, again, in Traveloka. Dan sekali lagi juga ada diskon 10% untuk tiket rekreasi pembelian minimal berapa gitu waktu itu aku lupa. Beli 2, harusnya 1,3 sekian, setelah masukin kode promo, tinggal 1,2 lebih dikit. Lumayan, yang tadinyaa per orang hampir 650.000 jadi tinggal 600.000 aja.

Again guys, I totally recommened you to buy the ticket in Indonesia, entah di travel agent, atau di traveloka ataupun web lain. Soalnya kalau beli langsung di tempat emang lebih maha, Rp 700.000 + kalau di rupiahkan, jadi lebih hemat kalau beli di Indonesia. Jangan lupa tiketnya di print, nanti di Universal Studio sudah tinggal antri masuk aja, gak usah antri tiket lagi. Nanti tiket yang di kertas itu di scan sama petugasnya. Tit. Tinggal masuk deh main. (For tips playing in Universal Studio tunggu post #TiaTripToSingapore We Finally Here ya)


Nuker IDR jadi SGD
Uang SGD sama kayak rupiah, ada yang kertas dan yang koin. Untuk yang kertas, yang paling sering dipakai $2, $5, $10, dan $50, untuk yang koin yaitu 5, 10, 20, 50, dan $1. Jadi perlu banget nih kamu punya uang pecahan-pecahan di atas untuk beli-beli di Singapura. Pengalaman kemaren, money changer cuma punya yang $10 sama $50, yang punya $2 sama $5 kemarin cuma di 2 money changer. Waktu beli kemarin, aku akhirnya mborong yang $10 dan cuma beli 1 lembar yang $50. Kenapa kok cuma 1? Soalnya kalau di rupiahin kan berarti $50 ini hampir setara 500 ribu, wih gila aja, takut kalau ilang kan berarti langsung ilang sebanyak itu. Kalau emang kepaksa beli, begitu di Singapore, pas beli Singapore Tourist Pass gitu misalnya, langsung aja dipake biar dapet uang dengan pecahan yang lebih kecil. Di money changer juga gak ada yang nyediain tuker ke uang koin loh, jadi emang cuma uang kertas aja.

Okay, so this is my list money changer di Malang
1.      Sumber Arto Santoso (Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.84a, Klojen)
Disini waktu itu nyediain pecahan $5 sama pecahan $2, waktu itu jumlahnya memang terbatas tapi lumayan banyak kok. Terus ada minum gratis loh, tempatnya dingin lagi kayaknya emang bagus, soalnya waktu kesana rame. Ini paling recommended. Currencynya SGD-IDR kenak 9650.
2.      Ada juga sebelahnya Sumber Arto Santoso mungkin beda 3-4 ruko. Lupa sih namanya apa, pokoknya warna hijau. Kayaknya dia baru, soalnya ngecek di Google Map kok belum ada ya. Dari tempatnya sih meyakinkan cuma gak sempet merasakan pelayananya karena SGD-nya lagi gak ada.
3.      Rajabally Money Changer (Jl. Semeru No.4, Oro-oro Dowo, Klojen)
Dari tempatnya, dia kayaknya udah lama, waktu itu disini juga dapet sih $2 sama $5, tapi begitu aku beli langsung habis soalnya itu yang terakhir. Currencynya disini dia kenak 9700.
4.      Valasindo Money Changer (Jl. Kahuripan, Klojen)
Dari tempatnya, ini juga kayaknya udah lama, ini tempat pertama yang aku datengin, eh cuma sedia $10, udah gitu currencynya 9700 lagi. Akhirnya aku gak nuker sepeserpun disini. Emang sih 9600 sama 9700 beda 100, tapi aku gak mau pokoknya kalau udah 9700, namanya juga gak mau rugi hehehe.
5.      Bama Money Changer (Jl. Kyai Haji Hasyim Ashari No. 10B, Talun, Kauman, Malang, Kauman, Klojen)
Aku inget banget, kalau yang ini dia currencynya paling rendah dari semua money changer yang aku datengin. Eh tapi gataunya SGDnya habis, diborong sama tante yang dateng sebelum aku -_-. Whyyyyy? I totally recommend this one, apalagi pas dateng langsung dikasih kertas update-an hari itu currency beli dan jual beberapa mata uang negara asing. So this is rekomended, berharap aja semoga pas kalian tuker, si tante gak ada disitu hew.
6.       Harta Guna (Lantai 2 dekat Samsung Service Center Malang Plaza)
This one is so so lah, currencynya juga tengah-tengah. Mereka juga punya $5 waktu itu, tapi juga terbatas, karna cuma 4 lembar kalau gak salah, akhirnya kau beli semua hehe. Aku juga beli yang $10 disini karena currencynya yang tengah-tengah.

6 Money Changer diatas yang aku datengin, tapi selain 6 diatas, kalau gak salah masih ada lagi. Di Matos juga ada lho, tapi aku gak sempet kesana, jadi gabisa kasih review hehe. Dimanapun nukernya yang penting di Money Changer ya, kalau bisa jangan di Bank, soalnya nanti kepotong biaya admin dsb.


Paketan Internet Internasional vs Beli Kartu Singapore
Selama di Singapura pasti pengen dong tetep terhubung dengan media sosial kamu? Karena kita tahu telepon dan sms internasional mahal, jadi yang bisa kita andalkan adalah internet or wifi. Di Singapura emang banyak banget wifi, di hostel ada, di cafe ada, ada di mana-mana, tapi kalau di jalanan kurang tau sih ada apa enggak. Bisa sih ngandelin wifi, tapi itu berarti kamu gak bebas kan? Di MRT setauku gak ada wifi, so biar bebas paketin aja.

Dulu waktu ke Thailand, aku taunya biar murah beli kartu lokal. I tought berlaku hal yang sama di Singapura. Ups, think again, ternyata setelah aku cari tahu, harga kartu lokalnya bisa sampe $15 dan itu belum dipaketin mati aja mahal banget (apa di Indonesia yang kemurahan, sampe akhirnya dikit-dikit ganti kartu? wkwk). Akhirnya aku cari tahu kalau untuk kartu Indonesia dipaketin internasional berapa sih? This is what I got
XL                   150.000 /3 hari            ?         
Indosat            149.000 / 3 hari           ?
Telkomsel        120.000 / 3 hari          1 GB

Yang Xl sama Indosat kurang tahu ya berapa banyak datanya, tapi akhirnya aku langsung pilih telkomsel. Sebenernya sempet worry 1 Giga gak cukup, apalagi aku sering pake buat IG dan google map, takut habis banyak. Eh ternyata enggak loh, malah sisa hehe. Tipsnya ya kalau pas di hostel ada wifi pake wifi, biar internetnya bisa dipake kalau urgent, terus kalau pas lagi on data pakenya jangan youtube atau live ig pake sewajarnya biar gak habis.

Kalau kalian lupa untuk beli paketan kartu Indonesia, ternyata begitu sampe bandara ada kok banyak yang ngiklanin kartu lokal yang udah sama paketan, yang aku inget kisaran harganya $14. That’s totally can be an option right? Atau tersedia jugalah sewa wifi router, cuma aku kurang tau ya soalnya aku gak nyoba, kalau terlalu hi-tech juga takutnya gak ngerti malah sayang gak kepake jadi main aman, aku pake yang paket international hehe.


Budgeting
Yeay finally last section of this post!  I know what you guys know and think. Biaya hidup di Singapura mahal. Well ya it is sih, tapi gimana ya, baca aja deh susah kalau dijelasin sekalimat.
Jadi aku ke Singapura totalnya 2,5 hampir 3 hari lah. Sebelumnya aku juga takut tuh habis banyak di Singapore, karena terkenal banget “Biaya hidup di Singapura mahal”. Aku bawa uang 2,8 juta. Saking parnonya ya aku sampe random nyari di instagram orang Indo yang pernah ke Singapura backpackeran. Dengan mengandalkan mesin pencarian berdasarkan hashtag akhirnya ketemu sama 2 orang imam_afirtha sama danielgefrin. Aku bener-bener gak kenal tapi main dm, untung dijawab. Aku tanya, apa uang segitu cukup gak sih buat 3 harian di Singapore mereka sih jawabnya “udah lebih dari cukup”. Tapi entah kenapa aku tetep takut kurang, ya mereka kan cowok hemat, cewekkan boros terus mereka murni backpacker (chocolate milkshake ) sedangkan aku with some meses.

Ternyata bener, uangku gak habis, ngerasa bersyukur aja untung gak kalap jajan dan kalap shopping jadi gak kekurangan uang dan bahkan masih sisa. Terus begitu sampe Malang aku itung, ternyata masih sisa 1,8 juta. Jadi aku cuma habis 1 juta. Padahal aku kalau pas beli makan, gak begitu nyari yang harus mwurah banget, pokoknya yang satu angka aja depan koma, jangan sampe belasan dollar. Terus aku juga sering beli susu hehe, jadi bolehlah jajan yang penting jangan sampai kalap. Jadi, uang 1 juta yang habis di Singapura murni cuma buat beli makan sama kartu Singapore Tourist Pass (eits bahkan aku beli oleh-oleh $10 loh dan cuma habis 1 juta). Untuk tempat-temat yang dikunjungi bisa ke public place yang bagus buat cuci mata (free things to do in Singapore is up on the next post!).

So, habis 1 juta untuk 3 hari, gak berlaku buat kalian yang ke Singapore dengan tujuan shopping ya!
So #TiaTripToSingapore menghabiskan sekitar
1.      Tiket pesawat pp + hostel       1.300.000
2.      Paketan Internasional                120.000
3.      Uang untuk STP                        200.000
4.      Tiket Universal Studio              600.000
5.      Biaya 3 hari                            1.000.000
Total                            Rp       3.220.000


Untuk berpergian ke luar negeri, for me ini cukup murah. Kalau pengen lebih murah lagi gak perlu ke Universal Studio Singapore, maka biaya perjalan kamu gak akan sampe 3.000.000. Remember for always list pengeluaran, specially yang udah pasti, seperti admission fee museum dsb. 

Okay so thats all for this post! I hope it can be usefull for all of you, specially if you are planning to go to Singapore. Ow right, I haven't mention this, but dont forget your pasport. Thank you for reading! Sorry if there's typo, wrong grammar or annoying dual language English-Indonesia hehe. See ya at the next post #TiaTripToSingapore My List & Recommendation Where To Go.


Go see more pic in my personal instagram account 
tiadominicha14
and my travel gallery and for business thing, check out
tiadominicha14_fungallery

For any question, business inquiry, feedback, or anything else, feel free to leave it in the comment section below or send it to my email business.tiadominicha14@gmail.com

Love and regards,
Tia Dominicha Ponglabba