#TiaTripToSingapore We Finally Here! Part 2
Ketemu lagi di Part 2!
As I promise, I will begin this post with tip main di Universal Studio. Happy reading!
So I will give the tips to play in Universal Studio.
Here you go. First of all, if you want to maximize the time you have and with
purpose to try all the rides, then Express Pass is the answer. Harga tiket
express pass itu harga tiket biasa + harga express pass, harga express pass
300.000 kalau pas off season, kalau pas peak season harga express pass jadi
almost 500.000. Another tips, if you think that come early in the morning will
help you to taking all the rides, then you are not completely right. Because,
aku aja dateng dari belum buka, yet aku cuma berhasil naik 3 rides yang less
antrian, sedangkan 4 rides lainnya yang berhasil aku naikin itu dengan
perjuangan antri yang udah panjang mengular. So I think the better solution is
come in late afternoon. I believe that people will less come in late afternoon
sampe evening. Don’t worry because Universal Studio open till 7 pm. My
recommendation you come like at three and go home when its closed. If you come
in the very first morning, and you want to take all the rides without express
pass then you gonna need all day long.
![]() |
| me and the famous Universal Studio Singapore globe |
Next stop, after I spent my morning and early
afternoon in Sentosa, I go to Chinatown and for hunting some lunch. Btw I
planned to only be in Universal Studio until at 2, yet I go back at 3. Told ya,
its not enough, even after 5 hours, I am not yet trying all the recommended
rides </3. Going to Chinatown taking my rides from Harbour Front to
Chinatown. From my research I found 2 recommended hawker center, Maxwell and
Chinatown Complex Dinner. Both the hawker center is pretty close, but you can’t
find it when you step out the Chinatown MRT station. So you gotta take some
walk. When I walk, it means Google Map Time.
Aku kan udah nyalain Google Map, jalannya udah
ngikutin tapi karena malfuction yang kemaren aku jadi takut kalau salah jalan
lagi. Nah begitu udah keluar MRT stationnya, kan banyak yang jualan ya, ya
resto-resto sama jualan oleh-oleh dan sebagainya, tapi itu bukan tujuan atau
bukan hawker center yang udah aku planning. Waktu itu kita udah keluar dan udah
mulai jalan, tapi makin keujung kok kayaknya makin sepi ya, akhirnya aku
feeling kalau ini pasti salah lagi. So instead of continuing our journey, aku
berhenti dan bilang ke MT kalau aku gatau loh ya ini bener apa enggak. Kan aku
takut banget kalau ternyata emang salah, kalau diterusin/dipaksain jalan lak
melencengnya makin jauh. Jadi, sebelum makin jauh, aku berhenti dan bilang gitu
ke MT. Belum lagi, posisinya tuh udah jam 3 sore (makan terakhir pas pagi
sebelum ke Palawan Beach selebihnya minumin tap water doang), kita belum makan
siang, dan itu panas. Pas banget kan kalau buat mancing emosi. Bayangin kalau
melenceng jauh, panas, dan laper pengen nabok orang rasanya.
Akhirnya berhenti terus MT yang lead the way dengan
Google Map juga (kali aja dia bener) terus kita jalan balik arah, terus setelah
sampai diujung yang sana, belok ke kiri, terus belok ke kiri lagi. LOL nya kita
tuh jadi jalan ke arah yang sama kayak tadi, cuma disebelahnya. Arah yang sama,
tapi di gang/jalan yang berbeda. Dalam hati tuh aku udah kayak “Njir iki lak
podo ae, alah wes bah, tapi pokok lek salah guduk aku wkwk”. Dan akhirnya
perjalanan yang melelahkan batin ini ends up di gang itu. Ada rumah makan Cina
yang sedia kayak prasmanan gitu dan it seem that pricenya masuk akal. Jadilah
kita makan disitu, pilihannya gak begitu banyak sih akhirnya akupun juga cuma
pesan nasi goreng. Bahkan nama tempat aku makanpun aku gatau hoho.
Funny thing is, besoknya pas aku kesini lagi
(sendirian) pas mau ke Singapore City Gallery, ternyata our way its already
right, kurang kesana dikit lagi. Duh udah sampek capek batin, ternyata udah
bener kurang dikit. Gemes banget aku pas besoknya ketemu sama hawker centernya.
Oke ini akan dilanjut nanti di hari selanjutnya.
![]() |
| Sri Marriaman Temple |
And now the Buddha Tooth Relic Center. Its a huge
building. Pas aku sampe disana, kebetulan ada rombongan orang yang lagi masuk
juga, so aku sama MT ngintil di belakang. But again karena itu tempat ibadah,
aku agak bingung juga apa yang bisa dan gak boleh untuk lakuin. When I get in,
some people ngambil dupa batangan itu terus mulai berdoa, some just passed by
like what I did. While deep down I think its actually okay for me to pray too.
Soalnya di video klip – video klip lagu Thailand kadang kan ada yang ikut
berdoa gapapa, sebenernya ya pengen juga, tapi karena gatau aturan dan tata
caranya akhirnya gak jadi deh. Then when I step in, again, I see the donation
box terus didalemnya ada banyak furniture dan ornamen-ornamen keagamaan yang
warna-warna emas gitu. It look really luxurious tho, but again I just don’t
have any gut to touch any of them, so I just passed through all the way sampe
ke pintu yang satunya.
![]() |
| Inside Buddha Tooth Relic Center |
To Clark Quay we begin the journey from Lavender to
Bugis moved line, then to Chinatown, then from Chinatown to Clark Quay. I got
the recommendation to go to Clark Quay from Yovi, he said the light in there is
looking good at night. When I get there and see it with my own eyes, well it is
amazing, the light at night. What a view, di dermaga yang banyak cafe dan resto
di pinggir sungai dan live music, also the boat that people can take the ride
on it and then ada juga tuh rides yang naik bola terus dilemparin keatas dan
juga ada rides yang naik bole terus diangkat tinggi keatas baru dilepas terus
ngayun. From the Clark Quay you also can see the Marina Bay Sands, its realy
adding more light to the view.
Personally I planned to get some food for my dinner there, but because this is a low budget trip jadi aku harus mengubur keinginan itu dan cuma sekedar strolling there ngelihatin lampu dan orang makan. While me, aku sebenernya gak ngerasa laper jadi gak makanpun I think I’m good. Eh, si MT nanya “gak laper?”, jadi keliatannya dia laper, tapi aku juga udah ngasih tau ke dia kalau disini tuh makanannya mahal-mahal. Tapi aku bilang juga “mboh yo, aku mocone ndek internet seh mahal, bee ora”. Jadideh kita jalan sambil celingak-celinguk-in menu yang dipajang diluar restonya, dan jeng jeng ternyata emang mahal, gak jadi beli deh. But setelah strolling I find out that di Clark Quay nya ternyata ada semacam kinda like mall maybe, dan ditengah-tengahnya ada air mancur sama lampu-lampunya yang bikin airnya jadi berwarna.
Well, not all of the shop and stand in the Clark
Quay is a cafe/restaurant/bar, altough most of it is all that three, because I
found this stand that sell unique stuff and near it also there’s a stand that
sell many type of clocks. One stand that catch my eyes, is the clothing stand.
You have to know that this is extraordinary clotches (well for me it is), the
clotches is shining and moving. Jadi tuh bajunya ada sensor suaranya, kalau
kamu nyanyi or just as simple as saying “halo halo halo” dia nyala. Begitu juga
sebaliknya, kalau kamu diam, dia juga gak nyala. When I first saw that, I was
like “Wow, thats futuristic”. Akhirnya atas dasar kepo, aku samperin tuh stand,
terus aku tanya-tanya kok bisa sih, ini gimana, baterai atau apa, nyucinya
gimana, dan harganya berapa. Singkatnya this clotches harganya almost sekitar
350 ribu rupiah, terus dia berbaterai, jadi setiap mau cuci harus dilepas dulu
bahannya yang bisa nyala itu (jadi itu emang bisa dicopot tempel gitu di
bajunya, nah terus yang nyala-nyala itu juga berkabel yang konek ke
baterainya), terus baterainya juga bisa diganti. Sempet kepikiran mau beli, ah
tapi gajadi, takut diomelin mama beli yang tidak penting. Tapi gak enak juga
sih sebenernya soalnya udah tanya macem-macem dan udah di praktekin segala,
sampe udah dicariin size buat aku, eh aku gak beli hoho. Maaf ya bu.
We then go back to the mrt station and going back
home (hostel). I actually kinda hope to find food to take a way or something to
eat, but I decided not to buy anything. Pas nyampe di mrt station lavender, kan
di atas ada yang jual McD, akhirnya aku bilang ke MT mampir dulu ke McD aku mau
beli. Nah, itukan maybe sekitar jam 9an gitu ya, but its still crowded and its
also because the McD its self not so big. Di McD ini ada 2 ways for you to
order, straight to the cashier or pesen di layar gede yang ada di tengah-tengah
ruangan, dan bayarnyapun langsung disitu, pake kartu gitu. Well karena gak
punya kartu, akhirnya aku pesen manual. Keadaannya pas itu aku lagi laperkan,
jadi kepikiran pengen paket yang ayam nasi telor gitu, nah tapi pas aku lihat
di menu yang dipajang di atas, kok gak ada gambar nasi. Pas pesen, aku tanya
“Is there any package with rice?”, ternyata dijawab “we dont sell rice”. Yahhh
sedih deh perutku. Akhirnya pesen paketan burger, minum, sama kentang.
Di dalem McD-nya ada banyak juga ya ternyata model
yang pesen terus nongkrong lama, beberapa sih. Nongkrongnya-pun bukan ngedate,
mereka sendiri with their gadget, mostly gaming. Selain anak muda yang makan
with their gadget, ada juga beberapa elder yang makan sendiri di McD. Boleh
juga nih, udah tua makannya tetep fast food, padahal di sebrangnya McD pas, ada
hawker center. Finishing my eat, then kita nunggu bus untuk balik ke hostel.
Nyampe hostel tidur dah. (Review and more about the hostel is at the last series of #TiaTripToSingapore We Finally Here!).
6 Juni
Wohoo, we finally and literally at the last day of
my trip in Singapore (well, besoknya masih di SG sih tapi kan subuh-subuh udah
ke airport, udah gak kemana-kemana lagi). At the very first morning, yang
pengen tuh ke Haw Par Villa (because its FREE theme park, jadi aku kepo how
good is that a free theme park). Haw Par Villa bukanya baru jam setengah 9an /
jam 9 an. It means ada waktu dari jam 5, iya tiap pagi bangun jam 5 karena gak
pengen waste time selama di Singapore, sampe jam setengah 9 buat perjalanan.
Kalau dilihat-lihat perjalanannya gak mungkin deh selama ini, nah tapi ada
waktu berjam-jam ini kemana ya enaknya? Soalnya kalau pagi, mau ke museum atau
tempat apa juga belum pada buka. So later on hasil maping di Google Map nyari
tempat apa yang deket Haw Par Villa, I got this West Coast Park, that seem
promising. Reviewnya juga bagus-bagus.
So pagi-pagi gak begitu terburu-buru akhirnya naik
mrt, yang kali ini lumayan jauh. Terjauh sih sebenernya, kalo dari Lavender ke
Bandara naik mrt cuma ngelewatin 9 mrt station tanpa pindah jalur, kalau yang
ini ke stasiun mrt Haw Par Villa, kita ngelewatin 12 mrt station dengan 1 kali
ganti jalur. Asik juga loh sebenernya kalau naik mrt lama-lama, soalnya dingin
dan bisa relax dulu. Malah kalau deket-deket bawaannya kan was-was dan gak bisa
relax, soalnya baru naik eh udah turun aja lagi. Sebenernya pas nyampe di mrt
stationnya Haw Par Villa, noleh ke kanan aja, langsung kelihatan theme
park-nya, tapi karena belum buka ya sudah nanti aja sebelum balik. Untuk sampe
ke West Coast Parknya kita harus naik bus dulu sekali, nanti pas turun, itu udah
langsung di depan West Coast Park.
I personally choose West Coast Park, soalnya dari
foto-fotonya kayaknya adem gitu, sepi, bukan taman yang crowded, terus
reviewnya orang-orang juga semakin bikin aku pengen kesana. Alasan lainnya,
soalnya taman ini pas di tepi pantai dan deket sama dermaga kapal. Kebayang
banget lucunya taman ini kayak apa. Pas nyampe disana, ahhhh so happy because
the reality didn’t dissapointing my expectation. Aku kan itungannya dateng pas
pagi, dan tamannya sepi gitu, enak tenang, ada beberapa orang but only a few,
maybe around 10 itupun spread. Parknya luas banget, terus playgroundnya juga
ada 2. Yang satu kayaknya emang buat toddler gitu, soalnya mainannya mini-mini,
bahkan karena emang terkhusus buat toddler, playgroundnnya gak dibangun di atas
tanah lho, ada bahannya khusus yang empuk, mirip spons tapi lebih padat dan
kuat.
Playground yang satu lagi dibangunnya di atas
pasir-pasir pantai (tapi gak disebelah pantai kok playgroundnya), yang bikin
disini asik soalnya buat seumuran aku aja masih bisa main. Ada nih yang namanya
spider web, shape like pyramid, terus ada kayak net jaring-jaring gitu kan.
Terus kalau udah sampe diatas bisa turun lewat perosotan. Kalau they have
anything yang pake net-net, di Indonesia, biasanya net-nya not that strong gak
sih. Jadi kalau kamu udah gede pasti agak gimana gitu kalau mau naik. This one
is not at all, setiap tali yang nyambung ke tiang, kuat banget, dan juga tebel.
Di pinggir-pinggirnyapun dikasih apa gitu, kayaknya biar erat dan gak longgaran
gitu. Karena udah tau talinya kuat, aku naik deh, dan duh I feel like a kid
anymore. Main di jaring, terus aku manjat sampe ke atas, to the top of the
pyramid, feel so happy. Turunnya aku juga lewat perosotan. Aku pengen kesini
lagi, pengen naik spider web-nya lagi.
Selain spider web, ada juga semacam flying fox yang
dari ujung sana ke ujung sini naik diatas platform yang connected ke cable di
atas, yang nyambin tiang sana ke tiang sini, terus ntar didorong gitu biar
jalan dan biar bisa sampe di ujung yang satunya. Ya gitulah, namanya apa kurang
tau juga. Pas aku kesana ada sekeluarga of 4 people lagi main disana,
anak-anaknya pada naik terus didorong sama bapak-ibunya. Pengen nyoba juga,
tapi gak enak-kan ganggu keluarga lagi asik main. Terus ada juga dia challenge
buat di injek gitu, jalurnya zig-zag, terus ya gitu deh, susah jelasinnya.
Pokoknya, you definitely should come here. Setelah explore playgroundnya, aku
jalan ke arah pantainya. Nah pas jalan, aku tuh ngelewatin kayak semacam
panggung gitu yang menghadap ke lahan kosong yang luas di taman itu. Later I
found out, panggungnya emang bisa dan biasa dibuat kalau ada konser atau pentas
setempat gitu. Mantap juga nih taman.
![]() |
| At the West Coast Park between the park and the sea |
Sudah jam setengah 9, akhirnya I decided to go back
and go to Haw Par Villa. Oia I forget to mention, di sebelah taman ini, yang
sebelah jalan raya juga, ada McD nya loh. So don’t worry when you visit this
park and start to get hungry, you can grab some food here. Taman ini juga ada
kamar mandinya yang lumayan bersih dan aku juga baca sign kalau di taman ini
boleh bikin tenda, api unggunan dan barbequean. Mantap. Okay, I then walk ke
bus station di sebrang taman buat naik bus biar sampe ke Haw Par Villa.
![]() |
| Haw Par Villa Gate |
![]() |
| Inside the Haw Par Villa |
![]() |
| 3 gods in Haw Par Villa |
Sampe disini dulu ya untuk part 2! Keep reading to find out where I go for the rest of the day and my story in every place. Ada Singapore City Gallery, Fountain Of Wealth, Garden by The Bay dan beberapa places where I stop for a while. Keep reading yaa! :D
Jangan lupa baca #TiaTripToSingapore series yaa
Ada #TiaTripToSingapore Behind The Scene
Ada #TiaTripToSingapore Behind The Scene (English Version)
Ada #TiaTripToSingapore Preparation
Ada #TiaTripToSingapore My List & Recommendation Where To Go
Ada #TiaTripToSingapore We Finally Here! Part 1
Selain Singapore, ada juga #TiaTripToLombok 2-6 Mei 2017 lhoo! Baca semuanya yaa.
tiadominicha14
and my travel gallery and for business thing, check out
tiadominicha14_fungallery
and my travel gallery and for business thing, check out
tiadominicha14_fungallery
Sorry if there's any typo or wrong mistake in my grammar and sorry if dual language is annoying hehe.
For any question, businesses inquiry, feedback, or anything else, feel free to leave it in the comment below or send it to my email business.tiadominicha14@gmail.com
Love and regards,
Tia Dominicha Ponglabba











